Rorokembang Kediri – Meski tidak hal baru lagi, namun modus penipuan mengatasnamakan bank ini sudah berhasil menipu banyak orang baik nasabah atau non-nasabah bank yang disebutkan. Alasannya sederhana, karena kebanyakan dari kita sebagai masyarakat terlalu percaya jika sudah membawa nama brand/perusahaan besar.
Dengan modus ini, penipu biasanya mengaku sebagai karyawan bank yang tujuannya ingin menanyakan data pribadi seperti nomor ktp, rekening, debit sampai kartu kredit dan data pribadi lainnya yang bisa dipakai untuk membobol rekening atau menjual data pribadi anda secara ilegal. Aksi penipuan ini pun dilakukan dengan berbagai cara mulai dari menghubungi melalui telepon, sms, pesan langsung lewat sosial media sampai mengirim email ke alamat email pribadi.
Bermula dari perkenalan pada 9 pebruari 2023 teman nya pelaku yang bernama Cecep Satriawan yang beralamatkan di lingkungan kelurahan Bawang pesantren Dengan mengasih nomor telp pelaku. Berlanjut ke percakapan pelaku mengaku sebagai karyawan Bank Permata mengatakan bisa mencairkan pinjaman di Bank permata Kediri yang beralamatkan jalan Diponegoro no 18 Kediri Jatim. Berselang waktu berjalan Cecep dan korban Yudis kaur kesra yang beralamatkan di Wates desa Gadungan, percakapan semakin mengarah persyaratan untuk bisa mencairkan pinjaman di bank permata sejumlah 500juta, dengan meminta uang sejumlah 4 juta dibayarkan 2 kali Karena saat itu Yudhis baru ada uang 1juta dan ditransfer 1 juta lalu besok nya 3 juta, jadi total pak Yudhis transfer 4 juta di awal untuk membuat data biar BI cheking nya bagus.,dan alasan untuk fee ke bos nya Cecep,yang minta 4 Juta Krn utk persyaratan pencairan dibawah meja dan setelah pencairan nanti harus nambah 5juta lagi dan untuk Cecep, pengurusan jasa seikhlasnya minimal 3 juta kata Cecep.
Di janjikan pada tanggal 6 pebruari pinjaman bisa di cairkan, namun ketika Yudi mau mencairkan pinjaman dan menuju ke Bank permata saat ingin menemui Cecep, bertanya pada satpam Heru yang bekerja di bank permata ternyata Cecep bukan sebagai karyawan Bank permata Kediri. Menurut keterangan Heru korbanya bukan hanya Yudis saja tapi sudah beberapa korban yang datang kesini dengan kasus yang sama. Jelas heru
Setelah kejadian itu Cecep Satriawan menyanggupi mau kembalikan uang yang telah ditransfer.dan di kembalikan hanya 1juta. Sampai saat ini,dan setelah transfer masih komunikasi dengan korban untuk kesanggupan kekurangan uang yg sudah ditransfer ke rek Cecep satriawan, dengan cara usaha menjadi broker atau mediator jual beli motor atau mobil punyanya relasi Cecep, sesuai kesanggupan yg ditentukan mau transfer lebaran kurang dua hari atau tepatnya tgl 19 maret 2023.menyanggupi mengembalikan kekurangannya ternyata langsung nomer korban diblokir dan hilang kontak sampai sekarang.
Harapan korban pelaku segera bisa ditangkap polisi karena ulah Cecep yang sudah banyak korban nya
Pewarta VA
Jika ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel atau berita di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau hubungi hot line +62 813-884-10108 Terima kasih.


















