
rorokembang Tulungagung – Pada tanggal 2 April 2021, rorokembang mendapat aduan dari anggota masyarakat terkait Vaksinasi yang ada di Kabupaten Tulungagug, Melalui pesan WA, Ibu lansia ( GM) berkirim pesan ke rorokembang “Tgl. 21 Peb. ’21 saya Daftar utk ikut Vaksin di link 👇https://intip.in/vaksincovidtulungagungtahap2 , tapi sampai sekarang kami belum dapat Pemberitahuan kapan jadwal vaksin kami. Karena itu sktr bln Maret minggu ke 2 saya telp ke Dinkes menanyakannya. Jawabnya ditunggu saja. Lalu saya tanya lagi… kira² kapan ya Bu ?Petugasnya jawab sktr minggu depan tapi mungkin akhir minggu (berarti seharusnya tgl. 20 Maret kami sdh dapat Vaksin / paling tidak Jadwal untuk Vaksin), Tapi sampai sekarang kami tetap belum terima panggilan untuk Vaksin. Ditengah menunggu panggilan Vaksin yang tidak kunjung datang, bln Maret minggu pertama saya suruhan karyawan saya ke RSPW , tanya.. mau Vaksin disitu apa bisa ? Jawabnya Vaksin-nya belum datang lagi, yg lalu sdh habis. Minggu ke 2 saya mendapat info dari teman bhw RSPW sudah dapat kiriman Vaksin lagi, lalu saya suruh karyawan saya kesana lagi, Jawabnya tidak bisa untuk umum, hanya utk karyawan RSPW sendiri. Begitu Pak kira² kronologi / usaha kami untuk bisa dapat Vaksin. Pdhl kami termasuk Lansia, dimana mnrt peraturan Depkes. kan harus didahulukan, tapi kenyataannya sulit sekali untuk bisa dapat Vaksin.
”Setelah mendapatkan aduan dari wanita lansia tersebut, rorokembang, menghubungi Bupati Maryoto , dan melalui WA juga Maryoto memberikan arahan “Kalau pelaksanaan Vaksin , untuk masyarakat telah diadakan pendataan dari Desa masing-2. Dan pada sa’atnya nanti warga masyarakat di vaksin semuanya, dan bertanya saja ke kepala dinas kesehatan saja”Tanpa buang waktu rorokembang menghubungi kepala dinas Kesehatan Kab. Tulungagung ( dr.KS) dan inilah jawabanya “ Memang vaksinasi terhenti karena tidak ada vaksin, kegiatan vaksinasi hanya untuk vaksinasi ulangan atau penyuntikan kedua. Untuk sasaran baru nunggu datangnya vaksin. Kapan datangnya? Kami juga tdk tahu. Kan di tv ada berita terkait ada embargo vaksin dari negara produsen.Yg kedua sifatnya wajib. Karena klo tdk vaksin kedua vaksin pertama mubadzir. Jadi misal vaksin datang 1000 dosis, maka sasaran yg di vaksin hanya 500. 500 pertama untuk suntik pertama, 500 yg kedua untuk sasaran yg sama tp untuk penyuntikan kedua. Sasarannya siapa, itu juga sdh ditentukanMemang media klo tanya ke narsum cukup wa begini ya Maaf saya tidak mau menjawab.
Kesimpulan saya dari ke tiga nara sumber diatas
1. VAKSIN DI KAB TULUNGAGUNG TERHENTI ( konfirmasi dari Kepala dinas kesehatan Kab.Tulungagung Jawa Timur).
2. Bupati Tulungagung tidak tau secara persis posisi permasalahan VAKSIN ini.
3. Kepala Dinas tidak senang di Tanya Media dengan cara WA ? (Memang media klo tanya ke narsum cukup wa begini ya).
Melalui media rorokembang saya pengin bertanya
1. Bupati sebagai kepala daerah, itu harus apa dan bisa apa, hampir semua pertanyaan dijawab tidak tau. Wewenang besar dan fasilitas besar diberikan oleh negara kepada Bupati, lalu, apa peran Bupati pada persoalan
1.VAKSIN DI KAB TULUNGAGUNG yang TERHENTI saat ini, 9 April 2021.
2. Kepala dinas Kesehatan Tulungagung merasa tidak suka ditanya media rorokembang melalui WA. Memangnya Kepala Dinas siapa, dia hanya pelayan rakyat, yang digaji oleh rakyat. Menkopolhukam saja jawab pertanyaan atau konfirmasi suatu masalah hanya lewat WA, Twitter, FB, line, dll,
3. Kalau Bupati ditanya tidak tau, Kepala dinas kesehatan juga tidak mau menjawab, lalu…
KEPADA SIAPA RAKYAT HARUS BERTANYA, MENGADU DAN MINTA TOLONG?? Nantikan episode selanjutnya.
Epp_melaporkan untuk rorokembang dari Tulungagung Jawa Timur


















