banner 728x250

Pungutam Berdalih Sumbangan Di Demo Siswa SMKN 1 Boyolangu

banner 120x600
banner 468x60


ROROKEMBANG TULUNGAGUNG -Seusai upacara bendera Seluruh siswa siswi SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung melakukan aksi demo di halaman dalam sekolah, demo dilakukan karena protes pada pihak sekolah yang mematok besaran sumbangan . Aksi berjalan dengan tertib meskipun terdengar tetiakan teriakan riuh menyuarakan tuntutanya tuntutanya sehingga personel Polsek Boyolangu pun melakukan penjagaan. 5/9/2022

Upaya guru maupun polisi untuk membujuk para siswa tidak membuahkan hasil.Sebanyak 2400 siswa menolak kembali ke kelas sebelum ada jawaban dari pihak sekolah terkait iuran sekolah yang memberatkan.

banner 325x300

Inilah besaran sumbangan yang di protes para siswa,SMKN 1 Boyo langu Kelas X dibebani iuran Rp 2.735.000, kelas XI Rp 1.240.000 dan kelas XII sebesar Rp 1.645.000.

Nova Alfida, siswi kelas XII ber ujar “Kenapa sumbangan kok diberi nominal? Sekolah negeri kok seperti swasta,”Menurut keterangan Nova, siswa sudah merencaanakan aksi unjuk rasa ini hari Sabtu (3/9/2022).

Saat itu ada pertemuan antara pihak sekolah, komite dan orang tua siswa.Menurutnya, para orang tua memang tidak berani protes karena takut terjadi sesuatu dengan anaknya.Namun para siswa kompak untuk unjuk rasa memrotes iuran yang ditetapkan sekolah.

“Kami kelas X dulu sudah dikenakan iuran. Sampai kini tidak ada realisasinya, sekarang iuran lagi,” terang Nova.

Nova juga menyampaikan saat kelas X ada iuran Rp 1,5 juta untuk membangun tempat parkir dua lantai.Namun setelah dua tahun, tidak ada lahan parkir yang dijanjikan sekolah.Para siswa banyak yang parkir kendaraan di luar sekolah harus membayar Rp 2.000 per hari.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Boyolangu Tulungagung, Arik Eko Lestari mengatakan, pasca aksi yang dilakukan para siswanya ini, pihaknya bersama dengan Komite Sekolah memutuskan untuk membatalkan hasil rapat hari Sabtu kemarin.

Pihaknya juga akan membahas ulang mekanisme sumbangan wali murid tersebut dengan melibatkan Komite dan Wali Murid.

Pihaknya juga akan memberikan rincian pembayaran dan penggunaan uang sumbangan wali murid tersebut bagi para siswa yang sudah terlanjur membayar.

Kita akan data dan rinci, kita akan melihat uang sumbangan yang telah terkumpul itu,” kata Arik Eko Lestari.

Pada Sabtu kemarin, jelas Arik, pihaknya mengumpulkan wali murid bersama dengan komite untuk membahas kebutuhan keuangan sekolah tahun ajaran kali ini.

Dia menyebut, tahun ini pihak sekolah akan mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah untuk pembangunan toko modern di lingkungan sekolah. Hanya saja untuk bisa mewujudkan hal tersebut perlu dukungan dana dari wali murid.

Kendati demikian, Arik enggan mengungkapkan berapa kekurangan uang yang dibutuhkan. “Dana dari Pemerintah itu cuman mengcover 70% saja, yang 30% itu perlu dukungan wali murid. Kalau kekurangannya kisaran milyaran,” tutupnya

Pewarta T Santoso

banner 325x300