Rorokembang Tulungagung — Dari namanya saja dapat langsung diketahui bahwa kotoran ternak pasti bersifat kotor, mempunyai bau tidak sedap, menjijikkan dan sederet kejelekan lainnya. Anggapan seperti ini memang tidak salah sebab tanpa perlakuan apa pun keadaannya memang demikian. Tidak mengherankan jika kotoran ternak ini sering menimbulkan masalah daripada mendatangkan manfaat
Jika tidak dikelola dengan baik, kotoran ternak dapat menurunkan mutu lingkungan (kesehatan) dan mengganggu kenikmatan hidup masyarakat. Tumpukan kotoran ternak yang tercecer akan terbawa oleh aliran air hujan kedaerah daerah yg lebih rendah. Hal ini akan mencemari air tanah dan air sungai yang sebenarnya jauh dari lokasi peternakan. Pengaruhnya akan semakin besar bila ditunjang oleh kebiasaan masyarakat yang kurang baik, yaitu menggunakan air sungai untuk kegiatan mandi dan cuci, sehingga penyakit mudah menyebar.
Dengan demikian, selain anjuran untuk menjauhkan lokasi peternakan dari lokasi pemukiman, perlu dicari cara yang efektif untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan. Permasalahan kotoran ternak sapi tersebut membutuhkan pemecahan masalah “bagaimana memanfaatkan kotoran ternak sapi untuk keperluan yang lebih bermanfaat dan menguntungkan serta mengurangi resiko pencemaran lingkungan akibat limbah dari kotoran ternak sapi”.
Pengolahan limbah ternak merupakan salah satu cara untuk memberi manfaat banyak. Pada satu sisi, pengolahan limbah akan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Di sisi lain, pengolahan limbah memberikan keuntungan finansial karena pengolahannya menghasilkan produk yang memiliki daya jual.
Hal kecil menuju langkah Besar sudah di Mulai oleh peternak Desa Nyawangan yang di gerak kan oleh Samet wahyudi pengiat lingkungan serta pecinta reboisasi, setelah mampu mengerakan hati warga dan beberapa komunitas serta lembaga pendidikan yakni SMPN 1 Sendang, agar mencintai alam telah terbukti mampu menghijaukan wilayah perhutani di sekitaran gunung wilis dan menjadi pusat benih pohon gratis.
Setelah sukses mengerakan untuk sadar reboisasi kini Slamet mulai melangkah kehal lain tak kalah penting nya untuk menjaga lingkungan. Dengan getol menyuarakan untuk memanfaatkan limbah sapi yang di hasilkan oleh sapi sapi para peternak di kecamatan Sendang. Dengan memprementasi kotoran sapi yang masih basah di dalam galon bekas botol air mineral dan beberapa drum sebagai tempat prementasi wal hasil hal ini setelah kisaran 10 hari sudah bisa di gunakan untuk memupuk rumput gajah sebagai menu utama sapi bahkan bisa digunakan untuk memupuk tanaman lain nya.
Menurut Slamet dalam keterangan video nya untuk mengantisifasi langka dan mahal nya pupuk kimia langkah ini perlu di lakukan. Hal ini merupakan upaya mencari solusi bagai mana kita bisa menjaga kelangsungan alam dan kelangsungan ekonomi ini berjalan dengan imbang, jelas nya
Lebih lanjut slamet mengatakan untuk saat ini para peternak yang terketuk hatinya ingin memanfaatkan limbah sapinya menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Untuk probiotik nya bisa ambil di tempat nya tepat nya di dusun krajan/tipes sebelah rumah ketua DPRD Tulungagung Marsono, juga di sediakan gratis galon untuk membawa serta untuk prosen prementasinya pungkas slamet
Pewarta T Santoso


















