banner 728x250

LAPAK UMKM DI TULUNGAGUNG BELUM JALAN SAMPAI HARI INI 15 MEI 2021, APA YANG SEBENARNYA TERJADI.

banner 120x600
banner 468x60

Bahwa Maryoto Birowo telah launching lapak UMKM….simak link dibawah ini :

banner 325x300
https://www.afederasi.com/news/government/bupati-maryoto-launching-marketplace-lapak-umkm/

E. Puguh P adalah lelaki paruh baya yang kebetulan menjadi Ketua Sahabat UMKM Tulungagung besutan Jendral TNI (purn) Moeldoko yang saat ini menjabat sebagai Kepala staff Presiden RI,
Beberapa Lembaga dia miliki, seperti media rorokembang, Lembaga Perlindungan Konsumen, dan sebuah Lembaga Bantuan Hukum yang tentu saja kesehariannya bercengkerama dengan para lawyer dan TNI dan POLRI.
Sejak di gulirkannya LAPAK UMKM Tulungagung, PUGUH, berperan aktif, membantu jalanya program tersebut, sampai-sampai PUGUH mengutus salah satu karyawanya untuk selalu hadir di setiap acara pertemuan LAPAK UMKM……………………
Setiap pulang rapat LAPAK UMKM , Puguh selalu bertanya tentang progress….tak satupun pertanyaan PUGUH bisa dijawab memuaskan oleh karyawanya yang Bernama Andrew. Dari obrolan-demi obrolan Puguh sering mengingatkan di group-gorup WA…………………sampai pada akhirnya issue tersebut diangkat di Group WA Ora Oleh Nesu………..berbagai tanggapan muncul…..simak penelusuranya seperti dibawah ini :
Ir. Titalina berujar, “Marketplace Lapak UMKM yang rencana awal pembelinya berbasis ASN Kab. Tulungagung, menjadi harapan baru bagi Pelaku UMKM bisa bangkit dari keterpurukan karena Pandemi di thn. 2021. Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Sekedar himbauan tidak mempan. Kalau ingin Lapak UMKM bergerak usul saya ada voucher belanja untuk ASN di Lapak UMKM Tulungagung. Sayang kalau harus bernasib sama dgn Marketplace sebelumnya. Mati suri…. Akhirnya Mati beneran. Padahal sdh banyak tenaga dan biaya untuk mewujudkan nya lapak umkm kalo sasaran hanya asn maka tidak bisa bertahan lama. so harus ditunjang dengn marketing yg baik dan sistem bakar uang yg disokong oleh anggaran pemerinth daerah. Idealnya Marketplace itu ada penjual dan Pembeli. Untuk saat ini isinya masih Penjual saja.. ASN sebagai awal. Karena ASN adalah Golongan berpenggasilan tetap”
Berikutnya Ratih seorang pengurus Sahabat UMKM juga berujar “Kalo hanya ASN saja tidak bisa. Jadi tetap harus ada edukasi dan promosi di semua kalangan masyarakt. Serta pengembangan yg berkelanjutan. Tidak hanya penjual saja yg di edukasi tapi juga seluruh nya jadi semua juga bisa jadi penjual bisa jadi pembeli. Tp Kalo untuk awal gebrakan ASN juga bagus lah Sebagai pengukit awal uji coba sistem, Kalo untuk gebrakan awal saya sepakat. Ini Seperti yg disiarkan di brita brita. Tp Saiki urung mlaku mlaku ngunu , Jadi menurut saya ini yg bermaslah dimana nya ? Sedangkan yg saya tau

Masih menurut Ratih, Relawan udah ada, Sistem udah ada, Pengembang juga udah ada, Di lounching juga sudah….entahlah

Ini juga sudah bolak balik kita bahas pak puguh di grub sebelah. Lha tim orange nya aja yg jadi pengembang Yo bingung jawab. Makanya saya tanya Maslah nya dimana nya.. pdahal sistem, menejemen, relawan dan dilounching juga sudah,
Kalo jawabannya mau kumpul kumpul takut covid. Lah skrg jamannya virtual mosok Yo Ndak bisa. Kalo dak disampaikan lha mana bisa tau masyakarat nya kendalanya dimana. Padahal wes dilounching Koo blum mlaku”
Dibawah beberapa link media yang pernah memviralkan lapak UMKM Tulungagung,

https://jatimtimes.com/baca/229750/20201126/185900/hadapi-covid-19-dinkop-tulungagung-gandeng-komunitas-sosialisasi-aplikasi-lapak-umkm

Trus Saiki pengurus komunitas ditakoni, bar sosialasi trus bar pasang akun pajang Poto, trus selanjutnya gimana. Nah ini kami selaku di pengurus komunitas juga bingung mau menjawab. Sri Ida “Beberapa teman yg ASN saat saya tanya ttg lapak UMKM mereka justru bertanya opo kwi lapak UMKM? Akhirnya sy berfikir bahwa setelah lounching blm ada sosialisasi atau pengenalan ttg lapak UMKM kpd ASN. Yg lebih buruk lagi dlm fikiran saya apa UMKM cuma diperalat buat nyundul dana? Maaf kalau pikiran saya keliru”

Hamim, mantan ketua DPRD Tulungagung “Apapun yg terjadi dng. Adanya otonomi daerah maju tidaknya UMKM tergantung krecerdasan dprd dan bupatinya,sebab di dlm undang2itu ada pasal untk dprd berkwajiban berusaha mensejahterakan masyarakat.kewajiban bupati mensejahterakan rakyatnya Artinya semua anggaran yg ada input output outcam sampe benivit muaranya harus untk kesejahteraan rakyatnya kenyataaya,nol.mau masuk sekolah masih ada sj tarian,pasar dibangun nyatanya blm bisa merubah kehidupan masyarakatnya,Meskipun semua itu juga bukan murni kesalahan birokarasi melulu,perlu duduk bersama untk mengatasinya.”

Dari semua cerita dan berita diatas, rorokembang bisa membuat hipotesa sementara.

  1. LAPAK UMKM belum jalan
  2. OPD terkait belum melakukan program ini secara maximal ( target, strategi dan SDM)
  3. Bupati belum maximal melakukan monitoring

Hipotesa diatas, di klarifikasi oleh kepala dinas KOPERASI & UM Kabupaten Tulungagung Dr. Slamet Sunarto M.Si , dengan informasi sebagai berikut :

  1. Nov 2019 saya masuk di dinas Koprasi dan usaha mikro Kabupaten Tulungagung dengan kondisi pelaku usaha mikro yang ada di Tulungagung berjalan sendiri-sendiri.
  2. Kami ambil Langkah dengan mengajak diskusi dengan teman-teman yang kami anggap kompeten, Bersama-sama untuk berkontribusi terhadap pemberdayaan usaha mikro di kabupaten Tulungagung, antara lain dengan Eko Puguh, Pak Aziz, Bu Titalina , Bu Eny , Mbak Ratih, Pak Ipung dan banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
  3. Dari diskusi tersebut , akhirnya tercentuk 7 komunitas usaha mikro, di Kab Tulungagung.
  4. Tgl 2 Maret 2020, Presiden RI mengumumkan COVID masuk Indonesia.
  5. Dengan adanya Covid 19 tersebut pelaku usaha mikro sangat terdampak sangat signifikan, bahkan bulan-bulan berikutnya, yaitu April 2020 sampai Juni 2020, berdasar rapid Survey ADB, dampat covid 19 di Indonesia mencacat angka : a. lebih dari 50% pelaku umkm menutup usahanya, b. 88% pelaku umkm tidak memiki tabungan atau Kas, C. Lebih dari 60% pelaku UMKM mengurangi tenaga kerja.
  6. Kondisi tersebut juga berimbas pada pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Tulungagung. Dan selanjutnya pada akhirnya kita diskusi lagi dengan komunitas usaha mikro, dan sepakat kita main di dunia digital marketing dengan membuat nama LAPAKUMKM.com
  7. Tanggal 24 Sept 2020 LAPAKUMKM.com di launching oleh Bapak Bupati Bersama Forkompinda, serta bea cukai dan BI di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
  8. Sampai saat ini 15 Mei 2021 LAPAKUMKM terus berjalan, dan bersinergi dengan Bank Jatim.
  9. Sedangkan terkait sosialisasi keberadaan LAPAKUMKM.com……. sudah kami lakukan baik dari kalangan swasta, media massa di sebuah restoran , HIPMI dan ASN.
  10. Sampai hari ini, Sabtu 15 Mei 2021 sudah terkumpul 409 ( pelaku usaha mikro, by name by address) yang sudah masuk di lapak UMKM, dengan jumlah produk, 1,259 buah. Dari segala macam produk. Dan mohon kiranya teman-teman yang bernaung di Group OON, bisa mengakses Playstore di Android ,ketik lapakUMKM.com. Dan selanjutnya mohon berkenan membeli produk usaha mikro asli orang Tulungagung.

Closing word dari Dr. Slamet Sunarto M.Si

  1. Digital Marketing sudah kami sediakan
  2. Network sudah kami jalin
  3. Sosialisasi sudah kami lakukan
  4. Dinas Bersama team LapakUMKM sangat memahami bahwa ini perlu proses berkesinambungan. Kami sangat menyadari masih jauh dari kekurangan, mengingat umur Lapak UMKM masih hitungan bulan, namun demikian, kami sudah berupaya semaksimal mungkin mendampimgi dan memberdayakan para pengusaha mikro yang ada di Kabupaten Tulungagung. Oleh karenanya, kepedulian Group WA OON untuk membeli produk usaha mikro sangat kami harapkan.
  5. Demikian yang bisa kami sampaikan. Terima kasih.

Rorokembang melaporkan untuk anda semua

banner 325x300