Rorokembang Tulungagung – Polemik hubungan yang kurang harmonis antara Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung kembali mendapat sorotan publik. Kali ini, Wakil Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur H Malik SH. MH ikut buka suara dan menyinggung soal peran wakil bupati yang dinilai hanya dijadikan “ban serep” dalam roda pemerintahan daerah.
Dalam keterangan persnya, Kamis (25/9), ia menegaskan bahwa jabatan wakil bupati adalah amanah rakyat yang seharusnya mempunyai ruang setara dengan bupati dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, kondisi yang terjadi di Tulungagung saat ini menunjukkan sebaliknya, di mana peran wakil bupati kerap tersisih dalam pengambilan keputusan, termasuk penyusunan anggaran dan rotasi pejabat.
“Kalau wakil bupati hanya dijadikan ban serep, itu jelas tidak sehat dalam tata kelola pemerintahan. Posisi wakil bupati tidak bisa dianggap sekadar pelengkap, karena masyarakat yang memilih keduanya,” ujarnya menegaskan.
Ia juga menyoroti dampak disharmonisasi antar pimpinan daerah yang bukan hanya menjadi persoalan internal, melainkan bisa berimbas pada kualitas pelayanan publik. Ketidakselarasan kebijakan antara bupati dan wakilnya dinilai berpotensi menghambat jalannya pembangunan serta mengurangi efektivitas birokrasi.
Lebih lanjut, pihaknya mendorong agar bupati dan wakil bupati Tulungagung dapat segera membangun komunikasi politik yang lebih sehat. Ia menekankan pentingnya duduk bersama dan menyamakan visi demi kepentingan masyarakat.
“Kami berharap bupati dan wakilnya bisa mengedepankan kepentingan rakyat di atas ego politik. Jangan sampai disharmonisasi di tingkat pimpinan justru merugikan pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan dari Gerindra ini menambah panjang daftar kritik terhadap dinamika pemerintahan di Tulungagung. Sebelumnya, publik juga menyoroti minimnya kehadiran wakil bupati dalam berbagai agenda strategis daerah, yang semakin memperkuat kesan bahwa posisinya dipinggirkan.
bupati yang seperti ini bukan di Tulungagung saja, saya selaku wakil menyesalkan,
seharusnya Mendagri tanggap, Tulungagung sama ceritanya dengan Sidoarjo, itu suara terbanyak yang membiayai jadi wakil itu,dari partai nya sendiri tidak mengusung bupatinya
Bupati itu tidak susah nggak payah nggak capek ,diwakilkan wakilnya, enak enteng tapi ini menyangkut politik ya begini,
ya namanya orang sudah berpolitik dulu itu istilahnya otaknya pikirannya itu rusak,
dia tidak ingat ya seperti itu, dulu dia juga jadi kalau dari wakilnya seharusnya wakilnya sama juga Sidoarjo yang bisa jadi dari wakilnya karena partainya sendiri itu tidak mengusung
Tulungagung PDIP tidak mengusung, Sidoarjo juga tidak diusung PKB , juga dari wakil tapi kenyataannya,
ya dia begitu seharusnya partai itu Seharus nya paham betul ya karena ini politik ya politik itu mengandung asas barangsiapa terkena dengan istilah bahasa tubuh ini bahaya,
jadi harusnya partai pada waktu itu harus bergerak ke mendagri,
harus dilaporkan kemendagri biar ,Mendagri memanggil dan ada job scrib pembagian tugas lainnya kalau contohnya di Tulungagung,
itu ada bupatinya sangat naif dan sangat naif , bahasa hukumnya sangat kurang ajar, Bupati itu ada wakilnya dikasih ke sekdanya ini enggak benar juga,ini bupatinya ini kurang ajar,
karena wakilnya dari partai kita, ya kami minta itu mendagri memanggil, supaya ngasih jobscrib masing-masing tugas jadi bukan ban serep wakil itu.
Tapi biarkan aja orang yang begitu itu biasanya ya setahu saya kata orang berbisik pasti nanti ada musibah,
dia sudah janji-janji sama investor investor mungkin itu untuk kepentingan investor. saya minta KPK jangan tinggal diam bupati yang main sendiri. seperti Tulungagung Sidoarjo itu KPK harus menyoroti pungkas nya
PEWARTA T SANTOSO
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

















