banner 728x250
HKTI  

DPD JATIM KUBU JENDERAL (TNI) MOELDOKO MASIH AKTIF HINGGA 2026

Ketua LBH HKTI H. Apriansyah & T.S.Azhari, S.H.,M H., sedang berbincang
Ketua LBH HKTI H. Apriansyah & T.S.Azhari, S.H.,M.H., sedang berbincang
banner 120x600
banner 468x60

PRESS RELEASE

ROROKEMBANG SURABAYA – Wakil Ketua I DPD HKTI Jawa Timur, T.S. Azhari, SH., MH., menegaskan bahwa kepengurusan DPD Jatim kubu Jenderal (TNI) Moeldoko masih aktif hingga saat ini. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang menyatakan masa bakti kepengurusan berlaku sampai tahun 2026.

banner 325x300

“Berdasarkan SK, masa bakti sampai 2026,” ujar Azhari, Sabtu siang (26/7), saat dihubungi melalui ponselnya.

Terkait dinamika organisasi dan wacana penyatuan dua kubu, Azhari menekankan pentingnya logika penyatuan yang sehat dan bermartabat.

“Dalam teori manapun, penyatuan selalu lebih baik daripada perpecahan. Penyatuan adalah jalan mulia untuk memperkuat tujuan bersama. Namun, mewujudkan penyatuan dua organisasi bukanlah hal yang mudah,” tegasnya.

Penyatuan, menurut Azhari, membutuhkan kesabaran, perjuangan, dan keikhlasan untuk mengesampingkan ego masing-masing pihak.

“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Kedua pihak harus sejajar, seimbang, dan saling mendengar. Tidak boleh ada yang merasa lebih berhak, apalagi sampai mengintervensi atau merendahkan pihak lain,” jelasnya.

Azhari juga mengingatkan bahwa penyatuan yang dilakukan tanpa menyelesaikan ‘residu’ atau persoalan lama hanya akan memicu konflik baru di masa depan. “Penyatuan yang terburu-buru justru bisa memecah lagi menjadi tiga bahkan empat kubu. Hal seperti ini patut diwaspadai,” tambahnya.

Sikap elegan dan bernuansa intelektual disebut sangat penting dalam proses penyatuan. Arogansi dan sikap mau menang sendiri justru menjadi racun yang bisa menggagalkan proses tersebut.

“Dalam organisasi yang berasaskan kolektif kolegial, tidak boleh ada pihak yang merasa paling benar atau paling berhak. Komunikasi yang saling menghargai dan mendengar merupakan fondasi utama,” tegas Azhari.

Jika komunikasi dihindari, menurutnya, maka potensi anarki menjadi keniscayaan. Hal itu justru akan membuang energi secara sia-sia dan menjauhkan dari tujuan bersama.

Pernyataan ini disampaikan Azhari usai melakukan diskusi bersama Ketua Umum LBH DPP HKTI.

ROROKEMBANG MELAPORKAN UNTUK ANDA SEMUA

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

banner 325x300