banner 728x250

Diduga ada Kecurangan Ujian Perangkat Desa Podorejo Peserta akan Mengugat

banner 120x600
banner 468x60

Roro kembang Tulungagung – Pelantikan perangkat desa hasil penjaringan dan penyaringan di Desa Podorejo, Kecamatan Sembergempol, Tulungagung,sudah berlangsung pada hari , Selasa (16/02/2021). Sebelum nya ujian seleksi di Ikuti oleh 26 peserta untuk mengisi kekosongan perangkat desa Podorejo yakni Sekertaris desa dan kepala dusun.

Menurut Ela para peserta yang mengadu ke kantor DPC LPKRI Tulungagung ,terkait pelantikan perangkat desa yang digelar terkesan dipercepat. Sebab, para peserta yang tidak lolos ujian belum diberi kesempatan untuk melayangkan keberatan terhadap proses ujian.”Sebenarnya, sebelum pelantikan, para peserta yang tidak lolos ingin melakukan protes, tapi belum sempat,dan panitia sudah menggelar pelantikan,” kata Bowo salah peserta ujian yang ikut hadir ke DPC LPKRI Tulungagung. Selain itu, dirinya juga melihat ada dugaan kecurangan dalam proses ujian. Di antaranya bocornya kunci jawaban. Indikasinya, hasil nilai ujian antara pemenang dan peserta lain, selisihnya terlampaui jauh.”Soal ujian memang disegel. tapi saat membuka segel, kunci jawaban tidak berada di dalamnya. Ini yang membuat saya dan teman-teman peserta ujian curiga,” complain atau protes sudah mau dilakukan.

banner 325x300

Tapi panitia sudah membatasi dengan aturan bahwa keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat. Hal itu membuat peserta mengurungkan niat melakukan protes usai pelaksanaan ujian.kecurigaan yang lain adalah ketika salah satu peserta yang mendapat nilai tertinggi mengaku kesulitan dalam mengerjakan soal bahkan tidak mengisi jawaban pada materi soal matematika sebanyak 20 soal, dan materi Lain nya dari beberapa soal ujian yang diberikan panitia, saat berkomunikasi selepas mengerjakan soal. peserta yang mendapat nilai tertinggi ini juga sempat mengaku kesulitan,dan merasa mual mual karena dalam kondisi hamil, namun ternyata malah mendapat nilai tertinggi,” dengan nilai 81 Sedangkan jumlah soal nya seratus soal. Adapun yang menjadi kecurigaan lain para peserta ujian perangkat, Dalam kesempakatan yang sama Erma juga menjelaskan sebelum nya dalam kesepakatan semua panitia hanya menyediakan tempat dan prasarana, tidak ikut Campur saat ujian, Namun pada saat realisasi pelaksanaan panitia yang mengoreksi, dan dalam kesepakatan semua waktu satu setengah jam Namun saat realisasi hanya 20 menit pada soal IT formasi SEKDES. Dan saat koreksi materi IT tidak ada peserta ujian yang di libatkan menjadi saksi,. Sedangkan menurut Maludin proses Pelantikan tidak sesuai prosedur proses pelantikan karena tidak ada nya surat ajuan pelantikan kepada camat sumber gembpol, dengan bukti tidak ada nya notulen dalam regester desa surat keluar kepada camat Sampai saat ini peserta yang keberatan lain belum melakukan aduan secara resmi atau menempuh jalur hukum.

Tapi setelah mendapat informasi bahwa desa-desa lain melakukan gugatan, Peserta ujian Desa podorejo juga akan ikut dalam proses itu dan bergabung dengan peserta keberatan dari desa yang lain di Kecamatan Sumbergempol. Para peserta ini melihat pola yang dilaksanakan panitia sama dengan desa lain, yang oleh bupati ditunda pelaksanaan pelantikannnya.Maka kami datang ke sini untuk mengadu ke LPKRI ini untuk bisa melurus Kan permasalahan yang kami alami saat ini Pungkas nya, dan kami menguasakan hal ini pada Sirait sebagai pengacara dan sekaligus ketua DPC LPKRI Tulungagung, Sementara itu Saat di konfirmasi pihak redaksi mengenai hal ini Bupati Tulungagung Maryoto Birowo lewat what shap menjelaskan, “Saya sudah mengingatkan kalau hasil Ujian Perangkat masih bermasalah .Tolong Pelantikan di tunda dulu. Meskipun Seleksi ujian Perangkat kewenangan sepenuhnya ada di Tingkat Desa jelas nya. Sedangkan Sirait menangapi hal ini selaku kuasa hukum para peserta ujian akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini, dan segera akan mengumpulkan bukti bukti yang menguatkan sebagai acuan gugatan.

Pewarta TS

Editor AR

banner 325x300