ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Guna memastikan perlindungan kesehatan anak usia dini yang maksimal, Puskesmas Jeli melaksanakan kegiatan Pelayanan Imunisasi Kejar bertempat di Pustu Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo, Maret 2026. Langkah ini diambil untuk menjangkau balita yang sempat terlewat dari jadwal imunisasi rutin, guna meminimalisir risiko persebaran penyakit menular.
Imunisasi Kejar merupakan upaya percepatan bagi anak usia di bawah 60 bulan yang belum mendapatkan dosis lengkap, sehingga daya tahan tubuh mereka tetap optimal menghadapi berbagai ancaman virus dan bakteri.
Dalam giat kali ini, petugas kesehatan menyisir empat balita yang terdeteksi belum memiliki status imunisasi lengkap. Dari target tersebut, dua balita hadir didampingi orang tua untuk menerima tindakan medis. Partisipasi ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Gedangan akan pentingnya buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai raport kesehatan buah hati.
Prosedur dimulai dengan verifikasi data melalui fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan pencocokan riwayat di buku KIA. Hal ini dilakukan agar jenis vaksin yang diberikan tepat sasaran sesuai dengan usia dan kebutuhan medis masing-masing anak.
Tenaga medis Puskesmas Jeli memberikan dua jenis vaksin krusial dalam sesi ini:
-
Vaksin PCV 3: Diberikan kepada satu balita untuk memberikan proteksi terhadap bakteri Pneumokokus yang memicu pneumonia (radang paru-paru) dan meningitis.
-
Vaksin MR 4: Diberikan kepada satu balita sebagai langkah preventif terhadap penyakit Campak (Measles) dan Campak Jerman (Rubella).
Pasca-penyuntikan, petugas melakukan pencatatan rapi di buku KIA dan membekali orang tua dengan obat antipiretik (penurun panas) sesuai berat badan anak. Langkah ini sebagai antisipasi standar jika muncul reaksi ringan seperti demam pasca-imunisasi.
Membangun Kekebalan Komunitas (Herd Immunity)
Puskesmas Jeli menegaskan bahwa Imunisasi Kejar bukan sekadar urusan kesehatan individu, melainkan upaya menjaga ketahanan komunitas. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, risiko munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) dapat ditekan secara signifikan.
“Kami berkomitmen agar tidak ada satu pun balita di wilayah kerja kami yang tertinggal status imunisasinya. Orang tua adalah benteng pertama, dan kami hadir untuk menyediakan amunisinya,” ujar salah satu tenaga kesehatan di lapangan.
Melalui edukasi yang diberikan selama pelayanan, diharapkan para orang tua di Desa Gedangan semakin proaktif memeriksakan status imunisasi anak secara berkala ke fasilitas kesehatan terdekat, demi mewujudkan generasi Tulungagung yang sehat dan tangguh.
Pewarta: T Santoso
Catatan Redaksi: Sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999, pihak yang merasa berkepentingan atau dirugikan dengan pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi. Sanggahan dapat dikirimkan ke email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA: +62 877-8841-0108.


















