ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, menimbulkan kerusakan di destinasi wisata Pantai Gemah dan juga panyai Klathak Tulungagung.
Hujan deras memicu longsor di tebing Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Keboireng, Kecamatan Besuki.
Sehingga bebatuan menutup jalan, meski masih bisa dilewati oleh sepeda motor.
Adapun Wilayah selatan yang menjadi langganan banjir adalah Besole, Ngentrong, Campurdarat, dan Gamping.
Banjir dipicu oleh gundul nya hutan yang sudah banyak berkurang berganti tanaman polowijo , sehingga tidak mampu menyerap air hujan. Selain itu,intensitas hujan yang turun dirasa cukup deras dan lama. Kondisi geografis wilayah yang bekas rawa, dan drainase juga butuh normalisasi.
Untuk mencegah banjir berulang, seharusnya ada rencana jangka pendek dan jangka panjang. Rencana jangka pendek adalah dengan normalisasi saluran air sehingga bisa menampung air hujan.
Sedang rencana jangka panjang dengan melakukan reboisasi pada area hutan yang gundul,
Nurhasim selaku pengiat dan pecinta lingkungan hidup Tulungagung Explorer saat di konfirmasi menjelaskan, kami sudah melakukan reboisasi bersama sama diantaranya , bekerjasama Tiga Pilar Tanggunggunung,
Tulungagung Explorer,Pawitan,Basarta,Ganesha Petualang,Relawan Panji Peduli,Siswa SMPN 1 Tanggunggunung juga di hadiri Kades,Babinsa,Babinkamtipmas,
Basarta,Ganesha Petualang juga bersama Siswa SMPN 1 Tanggunggunung,Wakapolsek Tanggunggunung,ASN,Kecamatan Tangunggunung,Ganesha Petualang,Kolocokro,ISB Boyolangu,mantri perhutani, juga tunggak semi jelas nya,
Lebih lanjut Nurhasim mengatakan, “Bulan Februari-Maret di 3 Titik di Kec Tanggunggunung dlm Program Tanam 10.000 Pohon di Tahun 2022 dengan target Menanam di pinggir jalan akses menuju Obyek Wisata dengan Jenis Tanaman Kenongo,Kluwih,Sukun,Alpukat dll, Desa Pakisrejo
Mulai Bukit Jodoh- Perbatasan Masuk Desa Pakisrejo ,Desa Tanggunggunung/Pakisrejo SMPN 1 Tanggunggunung – Dsn Nglorok (Ds Pakisrejo)Desa Ngepoh Makam-Punden Mbah Mlinjo – arah Tanggunggunung Juga JLS – Pantai Brumbun tegas Nurhasim
Hasil dari penghijauan sangat di sayangkan di Pakisrejo Tanaman kami 80 % hilang ,di duga sengaja di matikan (saat ini belum terpantau dari sisa 20 % kondisinya) sedangkan di di Ngepoh 60 % Tanaman hidup normal, sedangkan di sepanjang JLS juga banyak yang raib. Jelasnya
Nurhasim juga mengajak semua pihak untuk reboisasi khususnya di daerah selatan Tulungagung,
Mengingat Semua lahan sudah bersih seperti di wilayah bawah.nyaris sdh tak ada bekas pohon kayu nya, dengan kondisi seperti itu saya meng harap pihak pihat terkait membuat undang undang untuk melindungi tanaman hasil reboisasi pungkas Nurhasim.
Pewarta T Santoso


















