banner 728x250

Ketua DPRD Tulungagung Hadiri Kegiatan Pemberdayaan ke Lembagaan Potensi Dan pengembangan Mikro, Pelatihan Pengelolaan Kopi

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Tulungagung — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Bruto (61,1%), penyerapan tenaga kerja (97,1%), dan ekspor (14,4%). Bank Indonesia sebagai Bank Sentral berupaya memberikan kontribusi terbaik untuk terus meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian. Maka di adakan kegiatan Pemberdayaan kelembagaan Potensi dan pengembangan usaha mikro melalui Pelatian pengelolaan kopi siap jual, di Jurang Senggani Desa Nglurup Kecamatan Sendang Tulungagung 15/9/2022

banner 325x300

Dalam sambutanya ketua DPRD Tulungagung menyampaikan Untuk menanggulangi bahaya longsor dan erosi akibat hutan yang kian kritis, penanaman kopi semakin digalakkan. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono,

“Kita berikan ribuan bibit kopi jenis arabika kepada warga di wilayah Tulungagung selatan,” kata Marsono dalam kegiatan Pemberdayaan Kelemahan Potensi Usaha Mikro melalui Pelatihan Pengolahan Kopi Siap Jual.

Menurut Marsono, kondisi alam di wilayah selatan yang kritis karena hutan telah beralih fungsi sebagai lahan tanam warga perlu diperhatikan dengan serius. Namun, agar masyarakat tidak kehilangan pendapatan, maka perlu dicari terobosan yang arif dan bijaksana.

“Jadi kita mulai dengan memberikan bibit kopi ini. Sementara biar dijadikan pagar untuk lahan yang biasanya ditanami jagung. Misalnya, biar ditanam dulu dua baris keliling agar tengahnya tatap bisa ditanami jagung,” ujarnya.

Jenis kopi yang diberikan ke warga ini termasuk genjah atau setahun dapat berbuah. “Kalau masa persemaian tiga bulan, maka tujuh bulan kemudian kopi ini sudah mulai berbuah,” ungkap Marsono.

Setelah melihat hasilnya, diharapkan petani pengelola hutan dapat menimbang dan memilih, lebih banyak mana hasil tanam antara jagung dan kopi.

“Biar nanti petani sendiri yang memilih, membandingkan lebih banyak mana hasilnya antara kopi dan jagung atau tanaman musiman lain,” jelasnya.

Tanaman kopi, menurut Marsono, merupakan tanaman pengganti tegakan yang produktif serta mempunya akar yang kuat untuk menahan erosi tanah dari air saat musim penghujan tiba.

“Sebagai pengganti tegakan, tanaman kopi ini selain menghasilkan juga dapat menahan air saat musim hujan,” paparnya.

Saat ini, sudah beberapa lokasi menjadi pilot projectt. Di antaranya di wilayah Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir bagian selatan, Tanggunggunung dan Besuki.

“Beberapa tempat sudah kita mulai. Nantinya untuk daerah lain yang membutuhkan akan kita alokasikan bibit dengan jumlah mencapai ribuan,” Jelas nya.

Bukan sekali ini saja, politisi PDIP ini sering memberikan bibit berbagai macam tanaman untuk menghijaukan Tulungagung dengan terus menyuarakan pentingnya penghijauan.

Sementara itu kepala dinas koprasi Tulungagung Drs Slamet sunarto Msi. saat di konfirmasi menjelaskan “Kopi ini merupakan alat kami untuk mempromosikan ke jenjang yg lebih besar,

Intinya pemberdayaan sumberdaya manusia lebih kokoh. Setelah itu baru kita melangkah ke jenjang lebih luas, untuk kualitas dari segi rasa atau apa lalu kita golkan ke internasional alat untuk go internasional itu sdh terbuka karena BI sudah welcam terhadap pembinaan pelaku pelaku kopi yang ada di Nglurup sini khusus nya,

Lebih lanjut slamet sunarto “menjelaskan “Sebenar nya pintu itu sudah terbuka. Tinggal sekarang SDM nya bagaimana, teman teman Nglurup atas binaan ini juga insentisitas nya. sedangkan hasil produk dari Nglurup kopi wilis sudah layak krn di bawah binaan BI mulai dari hilirnya hingga hulunya, BI membina pengelola kopi itu tidak instan,
Mulai pendidikan di jember sampai pelatian dan pengolahan kopi sampi dengan marketing, semua di bawah bimbingan BI sehingga sertifikasi kopi wilis ini sudah layak di pasarkan pungkasnya

Pewarta T Santoso

banner 325x300