Rorokembang Tulungagung — Penularan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak sapi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur semakin meluas. Merujuk data Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, sebelumnya wabah PMK hanya terdeteksi di empat kecamatan. Kini, wabah tersebut telah menyebar di 16 kecamatan di Kabupaten Tulungagung.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Tutus Sumaryani mengungkapkan, wabah PMK memiliki tingkat penularan sangat cepat.
Prosentase sapi perah yang tertular sekitar 60-an persen dari total populasi sapi,”
Populasi sapi di Tulungagung yakni sebanyak 144 ribu ekor sapi potong dan 25 ribu sapi perah.
Sementara itu di kecamatan sendang yang telah di Monitoring oleh petugas KUD sebanyak 707 menyebar di berbagai desa, dengan jumlah tersebut yang sedang laktasi sejumlah 368, sedangkan yang sembuh membaik sebanyak 61 ekor, dan mati 4 ekor, sedangkan dari data monitoring koptan masih besok karena datanya tersimpan di kantor sementara untuk penampung susu lain belum jelas kapan didapatkan oleh awak media Rorokembang.
Sedangkan bantuan untuk penangananan wabah PMK dari pemerintah masih berupa vaksin.
Pewarta T Santoso


















