ROROKEMBANG JAKARTA – Massa perangkat desa melakukan aksi demo di depan gedung DPR/MPR sejak pagi, Rabu (25/1/2023). Lautan massa yang memadati jl Gatot Subroto mendorong Polda Metro Jaya harus melakukan alih lalu lintas.
Aksi demo Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ini menuntut agar mendapat payung hukum yang jelas terkait status kepegawaian mereka. Mereka menuntut penerbitan nomor induk perangkat desa (NIPD) atau Nomer Induk Aparatur Pemerintah Desa (NIAPD).
Dalam demonstrasi di depan gedung Gedung DPR/MPR itu, massa PPDI membawa berbagai atribut poster dan sepanduk terkait dengan tuntutan mereka.
Namun di sela video yang beredar itu ada aksi beberapa oknum yang melakukan pengrusakan untuk upaya membuka pintu gerbang DPR-RI
aksi semakin panas hingga massa mencoba merusak pagar gedung itu. Terlihat seorang pendemo dengan bandana di kepala mengeluarkan palu berukuran besar. Di sela sela kobaran api Dia kemudian memukulkan palu itu ke tembok pagar DPR RI.Keramik pada tembok pagar DPR pun akhirnya rusak hingga bolong,dan pagar besi pun nampak melekung terkena hantaman palu godam Setelah merusak pagar tersebut, pendemo itu terlihat tersenyum dengan rokok di bibirnya.
Setelah itu, palu diambil oleh salah satu temannya. Temannya itu juga mengikutinya dengan memukulkan palu ke tembok pagar DPR.
Di lain video yang beredar,masa juga sempat menarik narik pintu pagar besi dengan tambang namun aksi itu sempat di gagalkan oleh polisi yang berjaga dengan memotong tali tambang yang di kaitkan di atas pintu pagar besi berwarna hitam.
Dengan beredar nya video itu di berbagai media baik di tiktok,Facebook, serta IG dan lainya,mendapat kecaman dari nitizen, unggahan video tiktok oleh Akun infobimantara,mendapat respon negatif dari pemilik Akun herbal dawa dengan celoteh,” mereka tidak mewakili warga desa melainkan mewakili dirinya sendiri,
Dan Bahkan ada akun yang menimpali dari @Han20112: “revisi UU desa hnya bermanfaat bagi lurah atw kades aza tidak untuk rakyat”.
Bahkan di group WhatsApp di Tulung agung juga menjadi trending topik.berbagai komentar yang kurang mengenakan tentang aksi brutal kepala desa saat melakukan demo di depan kantor DPR-RI,
Bahkan ada yang mengaku dapat ancaman dari oknum kepala desa soal pembahasan aksi demo brutal kepala desa begini pengakuan nya
“Maaf kemaren saya sbg masyarakat menilai komen dlm grup wa tentang suasana demo digedung dewan langsung dijapri kepala desa diancam diintimidasi maas oleh oknom kades . Jelas nya.
Sebenar demo itu tidak di larang bahkan sah juga bagian dari demokrasi untuk di lakukan, akan tetapi aksi brutal seperti video yang beredar sangat tidak pantas di lakukan apalagi di lakukan oleh kades sebagai contoh dan tauladan bagi rakyat yang di pimpin ya.
Pewarta T Santoso

















