
Roro kembang Tulungagung- Bagi pasangan yang sudah menjalani hubungan serius, mereka biasanya dihadapkan pada suatu tradisi yang dinamakan tunangan atau lamaran. Lho, bukannya kedua acara ini berbeda, ya? Banyak masyarakat Indonesia saat ini menganggap kalau tunangan sama dengan lamaran, begitu juga sebaliknya. Ada yang mengucapkan atau membuat hiasan “happy engagement day” tanpa tahu kalau keduanya mungkin memiliki makna dan prosesi yang berbeda.
Saat ini Ketua Umum LPKRI Adam Fais bertunangan dan sekaligus lamaran dengan ibu kades Yeni Wulandari kades Suwaluh Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung. Pada 21/01 2021.
Dengan mematui PROKES, Dikawal BRIMOB dan jajaran Kepolisian serta anggota TNI,
Beberapa anggota BRIMOB membawa seserahan dari keluarga Muhammad Fais Adam.
Dan diiringi oleh Tokoh LPK-RI baik pusat atau pun DPC dan sebagian anggota LPK-RI di kediaman Yeni Wulandari yang kebetulan ibu Kades Suwaloh kecamatan Pakel,
Secara bahasa, keduanya memiliki arti yang terdengar serupa tapi nggak sama. Tunangan atau bertunangan adalah bersepakat menjadi suami istri, yang biasanya dilakukan di depan orang banyak. Sedangkan lamar atau melamar adalah meminta atau meminang seseorang untuk menjadi pengantinnya. Baik tunangan maupun lamaran, keduanya sama-sama menyematkan cincin di jari manis perempuan, kadang juga di jari kedua calon pengantin. Karena persamaan ini, banyak yang mengira kalau tunangan dan lamaran adalah hal yang sama.

Beberapa kalangan menganggap kalau keduanya berbeda dan perbedaannya pun beragam. Sebagian ada yang mengatakan kalau ikatan atau janji dari pertunangan nggak sekuat daripada lamaran, sehingga banyak yang menyarankan untuk melewatkan tunangan dan langsung melamar. Sebab dalam lamaran, ada upacara adat yang harus dituruti serta hantaran penuh makna yang perlu dibawa. Sedangkan tunangan hanya momentum penyematan cincin di jari manis kiri pasangan di hadapan orangtua kedua belah pihak. Pertunangan ini dianggap sebagai perubahan status hubungan dari pacaran menjadi lebih serius. Namun setelah tunangan ini, perlu dilakukan proses lamaran.
Nah, sebagian orang lain justru menganggap sebaliknya, Bela. Dalam masa pra-nikah, kedua pasangan terlebih dahulu melakukan proses lamaran yang berarti pertemuan orangtua kedua belah pihak. Di mana pada momen ini, orangtua laki-laki akan menanyakan kesiapan perempuan dan calon besan. Setelah melakukan proses lamaran dan mencapai kesepakatan, barulah dilakukan proses pertunangan. Jalan acaranya pun diselimuti tradisi suatu daerah, penyerahan hantaran dan pemasangan cincin.
Kali ini M. Fais melakukan kedua prosesi pra pernikahan dengan penuh khidmat dan seperti biasa Acra acara formal di gelar dari pembacaan ayat suci sambutan sambutan serta penyerahan seserahan juga penyematan cincin dan juga pengumuman penentuan hari pernikahan di tentukan pada hari Sabtu pahing tgl 27 maret tahun 2021.
di akhri ramah tamah ramah.
Nampak antusias semua yang hadir dengan doa yang tulus dari hadirin
Pewarta TS
Editor AR

















