Rorokembang Tulungagung – Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Jadi ke-820 dengan penuh kemeriahan dan nuansa budaya lokal pada Selasa (18/11/2025). Peringatan dimulai dengan apel peringatan di halaman Kantor Pemerintah Daerah yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, ASN, pelajar, hingga warga umum.
Apel tersebut menjadi pembuka Kirab Bersinagari, yang dipimpin langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Ketua DPRD, Dandim 0807, Kapolres, Sekda, serta para Kepala OPD yang menaiki becak bersama pasangan masing-masing.
Kirab budaya ini menyusuri rute ikonik Tugu Reog Kendang dan Alun-Alun Tulungagung, sebelum tiba di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, tempat digelarnya puncak perayaan. Rombongan disambut meriah oleh 254 penari Reog Kendang, tarian tradisional khas Tulungagung, serta ritual doa bersama dalam tradisi adat Lawadan.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-820 ditandai dengan prosesi adat Bersih Nagari, sebuah tradisi turun-temurun yang menjadi simbol rasa syukur dan harapan akan keselamatan daerah. Prosesi diawali dengan kirab Pataka Panji Lambang Daerah bersama sesaji utama berupa buceng lanang dan buceng wadon.
– Buceng lanang berbentuk kerucut menjulang, berisi aneka lauk seperti ayam ingkung, melambangkan kekuatan, keteguhan, dan perlindungan.
– Buceng wadon berbentuk melebar, berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran, melambangkan kesuburan dan kemakmuran masyarakat.
Prosesi Wilujengan dipimpin langsung oleh Bupati Gatut Sunu Wibowo sebagai ungkapan doa dan rasa syukur atas keberlangsungan Tulungagung selama 820 tahun.
Setelah doa bersama, ratusan warga yang memadati pendopo langsung berebut bagian dari kedua buceng tersebut. Dalam tradisi lokal, bagian buceng diyakini membawa berkah keselamatan, kelancaran rezeki, dan kebaikan bagi keluarga.
“Setiap tahun saya datang. Rasanya senang sekali kalau dapat bagian buceng. Semoga membawa keberkahan,” ujar Yatno, warga Tulungagung yang memperoleh ayam ingkung dan sayuran. Warga lainnya juga mendapatkan buah-buahan seperti mangga, nanas, dan buah naga.
Tradisi rebutan buceng menjadi rangkaian penting dalam ritual Bersih Nagari sekaligus perayaan Hari Jadi Tulungagung. Prosesi ini terus dijaga sebagai warisan budaya lokal yang menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai leluhur.
Pewarta T Santoso
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

















