ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – RSUD dr Iskak Tulungagung sukses melakukan operasi bedah jantung pertama pada dua pasien.
Kedua pasien itu adalah Sutrisno (63) warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol dan Santoso (63) warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat.
Kedua pasien tersebut telah diperbolehkan pulang seusai operasi, Kamis
Menurut Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKes, dengan keberhasilan ini, RSUD dr Iskak telah memiliki keahlian dalam penanganan kasus sulit, yang sebelumnya tak mungkin dilakukan di daerah kecil.
Upaya layanan bedah jantung ini sudah dirintis sejak 2013 silam.
Mulai dari menyiapkan dokter jantung, lalu secara khusus menyiapkan dokter pengendali infeksi, anestesi dan dokter rehabilitasi medik.
Kini tim rintisan ini telah menjadi satu tim kerja yang sangat kuat.
“Tanpa teamwork yang kuat, tidak mungkin operasi ini bisa dilakukan di sini. Dengan biaya relatif murah, dengan pembiayaan persiapan operasi mandiri dari rumah sakit sendiri,” terang dr Supriyanto.
Total biaya yang diinvestasikan untuk layanan ini lebih dari Rp 100 miliar.
Dana ini berasal dari dana mandiri RSUD dr Iskak Tulungagung, bukan dari APBD maupun APBN.
Dana tersebut untuk pembiayaan mulai dari Cadlab, diagnostik, CT Scan Multi Slice, alat operasi, ruang operasi, dan kamar pemulihan khusus.
“Semua untuk pengembangan RSUD dr Iskak yang mengemban misi tanggung jawab sosial,” tegasnya.
Biaya operasi bedah jantung ini mencapai Rp 80 juta.
Biaya sebesar ini ditanggung BPJS Kesehatan sebesar Rp 50 juta.
Khusus untuk warga Tulungagung, kekurangan pembiayaan sebesar Rp 30 juta akan ditanggung oleh RSUD dr Iskak sendiri.
Kini setelah kedua pasien pertama dinyatakan sehat, dr Supriyanto mengaku cukup puas.
Perkembangan kesehatan kedua pasien ini sesuai dengan harapan tim medis yang menanganinya.
“Selanjutya setelah dua pasien ini pulang, kami akan melakukan monotoring dan evaluasi. Yang sudah baik kita tingkatkan, yang kurang diperbaiki menuju layanan kardiovaskular berkelanjutan,” ucap dr Supriyanto.
Layanan operasi bedah jantung terbuka ini untuk mewujudkan harapan Kementerian Kesehatan, RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit rujukan kardiovaskular.
Layanan ini yang ketiga di Jawa Timur setelah RSUD dr Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Dokter Supriyanto berharap, publik semakin tahu kompetensi baru yang dimiliki RSUD dr Iskak ini.
“Harapan dari Kementerian Kesehatan insyaallah bisa terwujud di RSUD dr Iskak,” pungkas dr Supriyanto
Pewarta T Santoso

















