
ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Dengan mengambil Tema Melalui Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke 814 Kita Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Yang Berdaya Saing Dan Mandiri Menuju Kabupaten Yang Unggul” disampaikan Inspektur Upacara Drs. Maryoto Birowo saat upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati di Jln. A Yani Timur.pada Senin (18/11
Saat acara puncak peringatan hari jadi yang ke 816 di pendopo kongas arum kusumane Bongso Bupati Drs. Maryoto Birowo mengatakan dengan usia Kabupaten Tulungagung ke-816 banyak capaian pembangunan bisa dilihat dan dinikmati masyarakat.
Capaian tersebut bisa dilihat dari sistem pemerintahan maupun pembangunan infrastruktur beberapa wilayah cenderung lebih baik.
“Jadi begini, usia Kabupaten Tulungagung sudah 816 beberapa capaian tersebut bisa dilihat dari pembangunan sistem pemerintahannya harus lebih tertata dan mantap,” kata Maryoto didampingi Wakil Bupati H.Gatut Sunu Wibowo, S.E, usai melaksanakan Upacara Bersih Nagari di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (18/11/2021).

“Selain itu, pembangunan fisik wilayah harus lebih mapan,” imbuhnya.
Maryoto menambahkan, momentum Upacara Bersih Nagari secara tradisi dari tahun ke tahun selalu bersih Nagari secara tradisi dari tahun ke tahun selalu dilaksanakan.
Pelaksanaan upacara Hari Lahir ke-816 Kabupaten Tulungagung ini berdasar hitungan dari Prasasti Lawadan.
“Dengan peringatan ini, kita bersyukur kepada Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa.red) serta ikut melestarikan terhadap kepada penguasa dan para pelaksana pemerintahan terdahulu apa yang sudah dirintis bertahun-tahun harus kita syukuri dan kembangkan lebih baik,” tambahnya.
“Mengusung tema, Hari Jadi ke-816 Kita Satukan Tekad Menghadapi Covid-19 Demi Tulungagung Tangguh Dan Sehat,” sambungnya.
Upacara Bersih Nagari, Maryoto menjelaskan, pada tahun kemarin peringatannya sebenarnya hampir sama dengan Hari Jadi ke-816.
“Tahun kemarin peringatannya sebenarnya hampir sama nuansa pelaksanaan upacara agak lebih halus dengan suasana irama Mataraman, sedangkan tahun lalu menggunakan adat nuansa musik gamelan berbeda ciri khas Tulungagung,” terangnya.
“Hal itu bisa lihat dari Buceng Wadon tidak ada buah apel, sebenarnya sudah ada, namun demikian sekarang kita maksimalkan kearifan lokal,” imbuhnya.
Lebih lanjut Maryoto memaparkan, dengan usia Kabupaten Tulungagung ke-816 capaian pembangunan bisa dilihat dan dinikmati masyarakat.
Pembangunan sistem pemerintahan harus lebih tertata dan mantap. Kemudian pembangunan fisik wilayah harus lebih mapan, jadi sekarang seperti capaian Desa seakan-akan sudah tidak ada perbedaan yang mencolok antara Desa dengan Perkotaan baik sarana dan prasarana maupun kondisi lingkungan.
“Namun meski demikian, pekerjaan rumah harus dilaksanakan terkait percepatan antara lain infrastruktur, terus terang apalagi musim hujan jalan-jalan gampang rusak dan ini harus dibenahi,” paparnya.
“Selain itu, tempat-tempat prasarana sosial apakah itu tempat pendidikan, ibadah atau gedung pertemuan dan sebagainnya. Kemudian prasarana tempat hiburan untuk masyarakat harus disediakan agar masyarakat tidak kaku ada tempat refresh,” sambungnya.
Kata Bupati Maryoto, senyampang dua tahun belakangan ini mengalami pertumbuhan yang stagnan (Keadaan berhenti.red) akibat pandemi Covid-19 masih melanda.
Namun begitu, ada beberapa capaian prestasi yang membanggakan Tulungagung.
“Pada intinya, kita ini tetap prinsip untuk peningkatan pelayanan masyarakat baik perlindungan kepada anak-anak terjaga pelayanan kesehatan, kabupaten layak anak, sukses menangani stunting dan kabupaten bisa menumbuhkan IKM dan UMKM,” pungkasnya.
Pewarta Mario Teguh


















