banner 728x250

Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Karangrejo Dengan Program Pandu Manis

banner 120x600
banner 468x60

ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Penanggulangan PTM di Indonesia semakin digalakkan seiring bertambahnya jumlah kasus dan dampak yang ditimbulkan oleh PTM. Upaya upaya promotif, preventif ,deteksi dini, pengobatan, paliatif dan rehabilitatif diintegrasikan dalam konsep pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( PANDU MANIS). PANDU PTM adalah salah satu program unggulan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian PTM.

Menurut Wardoyo selaku yang menangani bidang ini menjelaskan.”PANDU MANIS PTM merupakan suatu pendekatan faktor risiko PTMuntuk deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM terintegrasi yang dilaksanakan melalui kegiatan Posbindu PTM di masyarakat, pelayanan hipertensi dan diabetes ter integrasi, serta layanan khusus PTM lainnya di Puskesmas. Contoh layanan khusus PTM lainnya adalah deteksi dini serangan stroke, penanganan cedera, skrining thalasemia, SLE, pemeriksaan IVA/SADANIS, deteksi dini kanker anak, layanan upaya berhenti merokok, pendekatan praktis kesehatan paru (PAL), dan rehabilitasi/ paliatif PTM.jelasnya

banner 325x300

Lebih lanjut Wardoyo mengatakan “Faktor risiko dari semua pengunjung yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan, dengan keluhan dan penyakit apapun harus digali. Adapun faktor risiko terjadinya PTM tersebut antara lain kebiasaan merokok, suka makanan manis, asin, dan berlemak serta kurang serat, kurang aktifitas fisik, mengonsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan atau obesitas.

Pada pasien dengan faktor risiko tersebut, dilakukan deteksi dini untuk mengetahui kelainan metabolik lainnya seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Kegiatan posbindu PTM merupakan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan peran serta masyarakat dan meningkatkan awareness terhadap risiko PTM.

Implementasi perilaku CERDIK (C: cek kesehatan secara berkala E: enyahkan asap rokok, R: rangsang aktifitas Fisik, D: diet sehat dan seimbang, I : istirahat cukup, dan K: kelola stres)melalui posbindu PTM merupakan kegiatan terintegrasi untuk mencegah dan mengendalikan faktor risiko PTM di masyarakat. Sasaran program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat sehat danberisiko yang berusia 15 tahun ke atas.

Aktivitas Posbindu PTM PANDU MANIS meliputi identifikasi faktor risiko PTM, edukasi konseling, pencatatan, dan pemantauan, termasuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan.Tahapan kegiatan meliputi pelayanan registrasi dan administrasi,

Wawancara, pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, analisislemak tubuh), pemeriksaan faktor risiko
PTM biologis (pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, arus puncak ekspirasi, dan lainnya), serta konseling.

Konsep Puskesmas Pandu MANIS diimplementasikan antara lain melalui pembentukan poli. Faktor resiko yang sudah terdeteksi dikelola secara terintegrasi dengan program program yang sudah berjalan di Puskesmas. Misalnya penatalaksanaan faktor resiko gizi yang tidak seimbang diintegrasikan dengan program Gizi Puskesmas. Pasien dengan faktor resiko yang sudah terdeteksi dikelola dan ditangani dengan tujuan untuk mencegah munculnya PTM maupun komplikasinya ,pemberian pengobatan PTM, pelayanan paliatif, serta rehabilitatif jika sudah terjadi komplikasi.pungkasnya

Pewarta T Santoso

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

banner 325x300