ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Berdasarkan keputusan PKPU Nomor 6 Tahun 2023, jumlah Daerah Pemilihan (DAVIL) di Tulungagung bertambah menjadi VI dapil. Sejumlah Anggota DPRD kecewa dengan adanya perubahan DAPIL ini.
KPU RI telah mempublikasi PKPU Nomor 6 Tahun 2023 tentang dapil. Dalam PKPU tersebut diketahui bahwa jumlah dapil di Tulungagung berubah.
Dulu jumlah dapil di Tulungagung hanya lima DAPIL, tapi saat ini menjadi enam dapil.
Perubahan dapil di Tulungagung merupakan salah satu usulan skema dapil dari KPU Tulungagung. Dimana sebelumnya KPU Tulungagung telah mengusulkan tiga skema dapil, antara lima sampai tujuh dapil.
Berhubung Sampai saat ini pihak KPUD Tulungagung belum menerima laporan keberatan dari partai politik (parpol) terkait perubahan dapil di Tulungagung.
Secara rinci dapil di Tulungagung yakni, Dapil I untuk Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru dan Boyolangu, Dapil II untuk Kecamatan Sumbergempol, Ngunut dan Rejotangan, lalu DAPIL III untuk Kecamatan Pucanglaban, Kalidawir, Tanggunggunung dan Campurdarat, Selanjutnya DAPIL IV meliputi Kecamatan Besuki, Bandung dan Pakel, kemudian DAPIL V untuk Kecamatan Pagerwojo, Sendang dan Gondang. Serta dapil VI untuk Kecamatan Ngantru, Kauman dan Karangrejo.
Akan tetapi, adanya perubahan DAPIL di Tulungagung membuat beberapa anggota DPRD di Tulungagung kecewa. Salah satunya ,Andrianto dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ,sebagai anggota DPRD Tulungagung yang sebelumnya berangkat DAPIL V Sendang,Karangrejo,pagerwojo Gondang dan kauman ,dari perubahan dapil ini belum cukup urgent dan efisien.
Dengan perubahan dapil yang menjadi VI ini sebenarnya kurang puas karena adanya komposisi dapil yg beda kursinya terlalu besar. Ada yg jumlah kursinya 11 sementara juga ada yg 6. Tapi karena ketua ketua partai tidak ada yg mengajukan keberatan, ya harus diterima apa adanya.jelas andri
Sementara itu Anggota DPRD dari partai Nasional demokrat (NASDEM) dari DAPIL V Versi yang dulu juga menyayangkan hal ini, saat di konfirmasi awak media rorikembang.id,”mengatakan, dengan perubahan DAPIL Ya harus all out, berkompetisi, sebenarnya jujur saya masih suka lima DAPIL kompetisinya gak terlalu buang energi, ini berubah ibarat orang menanam tidak bisa memanen tidak bisa metik buahnya, dan hal ini juga ini juga menjadi keluh kesah teman teman semua tidak hanya saya saja tutur Gandi.
Sementara itu ketua DPRD Tulungagung Marsono juga selaku Bendahara dari Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) saat di konfirmasi dengan singkat dengan Nada pasrah mengatakan. “mengalir saja semua ada hikmah nya”. Pungkas nya
Pewarta T Santoso

















