
Rorokembang Tulungagung – Wisata Gunung Budheg di Tulungagung adalah salah satu tempat wisata edukasi yang berada di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Wisata Gunung Budheg di Tulungagung adalah tempat wisata yang ramai dengan wisatawan pada hari biasa maupun hari liburan. Tempat ini sangat indah dan bisa memberikan sensasi yang berbeda dengan aktivitas kita sehari hari.
Keberadaan Makam fiktif Syech Alwi Quthbudin di tengah-tengah tempat wisata edukasi gunung budek yang di Angap warga masyarakat desa tanggung keberadaan nya mengada ada yang di beri keterangan yang fiktit menyimpan nilai sejarah dan trah dari keluarga Syech Jumadil Qubro di Trowulan Mojokerto. Hal ini memicu protes masyarakat Tanggung dan di sekitaran wisata Gunung Budeg 27/11/2021
Menurut HT selaku ketua RT memberikan keterangan semenjak di buat nya makam fiktif sejak tahun 2018 berakibat banyak orang di luar daerah melakukan ritual ritual dengan membawakan dupa dan lain sebagai nya. Bahkan hal itu di lakukan saat tengah malam entah dari mana datangnya, dan tanpa ijin Ketua RT melakukan kegiatan tengah malam tersebut. Dan hal di luar nalar tower pun di kasih dupa oleh orang misterius jelas nya.
HT juga menjelaskan sejak dulu makam itu tidak ada apalagi batu bata berbentuk makam karena saya dulu yang memanfaat kan lokasi wisata gunung Budeg sebagai lahan pertanian nya dan tidak di ketahui keberadaan makam yang di bangunan itu bercorak batu bata merah tersusun rapi dengan ukuran 80 x 4,5 meter, di tambah baner memperlihatkan kepada khalayak silsilah sejarah palsu juga tentang data penanggalan yang telah terpasang.yakni Makam Syekh Alwi Quthbudin di lokasi wisata Gunung Budeg.
HT juga menjelaskan “wisata gunung Budeg merupakan wisata edukasi bukan Wisata religi, karena di gunung Budeg tidak ada situs sejarah atau peninggalan yang layak di jadikan modal sebagai wisata religi, terus di paksa kan mengada ada situs agar nampak wisata religi yang efek nya banyak wisatawan yang berziarah dan berdoa di tumpukan batu bata yg berukuran 80×4,5 di bangun tahun 2018 silam yang di angap nya makam seorang seh tutur nya.
Dengan adanya makam Palsu tersebut akhirnya terjadi ritual ritual yang melangar, di jadikanya tempat wisata gunung Budeg masyarakat sangat mendukung tapi wisata edukasi seperti semula di buat nya, namun menolak kalau sebagai wisata religi karena tak ada peninggalan situs sejarah di gunung Budeg pungkas HT.
Pewarta Teguh Santoso

















