banner 728x250

Ketua Panitia Bazar Jadul Tulungagung Tegas Bantah Kabar Miring, Pastikan Acara Transparan

banner 120x600
banner 468x60

 

banner 325x300

    Rorokembang Tulungagung — Ketua Panitia Bazar Tulungagung Jadul, Imam Chanapi atau yang akrab disapa Gus Bro, akhirnya angkat bicara terkait beredarnya sejumlah kabar miring yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat. Isu-isu tersebut dinilai merugikan pihak penyelenggara sejak mencuat akhir pekan lalu.

Klarifikasi Panitia

Dalam keterangannya melalui sambungan WhatsApp, Gus Bro menegaskan bahwa seluruh proses penyelenggaraan bazar telah mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami ingin meluruskan informasi yang tidak benar. Bazar Tulungagung Jadul digelar secara transparan, dengan perizinan lengkap dan melalui koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Dinas Perhubungan Tulungagung,” jelasnya.

Ia menambahkan, kabar miring yang menyebutkan adanya ketidaktertiban pengelolaan stan maupun penarikan biaya di luar ketentuan adalah hoaks dan tidak berdasar.

“Semua pedagang mendapatkan informasi tarif resmi. Tidak ada pungutan tambahan apa pun. Jika ada oknum yang mengatasnamakan panitia, silakan laporkan,” tegasnya.

Fokus pada UMKM dan Hiburan Rakyat

Panitia menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Gus Bro menekankan bahwa bazar ini digelar sebagai ajang hiburan sekaligus ruang bagi UMKM lokal untuk mempromosikan produk mereka.

Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti sekitar 70 kios UMKM, dengan kurang lebih 30 peserta dari luar daerah. Panitia memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman hingga hari terakhir penyelenggaraan.

Isu Parkir dan Tema Acara

Terkait isu tarif parkir yang sempat dipersoalkan, Gus Bro menjelaskan bahwa panitia telah menyarankan agar tarif tidak lebih dari Rp3.000. Namun, praktik di lapangan yang mencapai Rp5.000 berada di luar kendali panitia.

“Hasil parkir pun tidak diserahkan kepada panitia. Kami fokus pada penyelenggaraan bazar, bukan urusan parkir,” tegasnya.

Mengenai penampilan yang dinilai kurang sesuai dengan tema “jadul”, Gus Bro mengakui bahwa sebagai event perdana, kritik dan saran dari masyarakat sangat diperlukan untuk perbaikan ke depan.

Transparansi Pembiayaan

Panitia juga menegaskan bahwa pembiayaan peserta bazar berbeda sesuai besar kecilnya kios yang digelar. Dana yang digunakan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti videotron, pengamanan Banser, jaranan, dan pentas seni lainnya.

Saat disinggung mengenai dugaan adanya dana dari Pemda atau panitia Hari Jadi Tulungagung, Gus Bro menegaskan:

“Kami tidak menerima dana dari Pemda maupun panitia Hari Jadi Tulungagung. Semua pembiayaan murni dari panitia,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta T Santoso

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

banner 325x300