banner 728x250

Ketua DPRD Tulungagung Peringati Tragedi Kuda Tuli dengan Membagikan Ratusan Galon Probiotik Untuk Pupuk

banner 120x600
banner 468x60

ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Dalam rangka memperingati acara tahunan “Kuda Tuli”, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memberikan kontribusi yang signifikan dengan membagikan ratusan galon probiotik untuk pupuk kepada masyarakat. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, 27 Juli 2024, ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat serta warga setempat yang antusias.

Ketua DPRD menegaskan bahwa pemberian probiotik untuk pupuk ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga kelestarian lingkungan. Probiotik diketahui memiliki manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas tanaman, sehingga diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil panen mereka.

banner 325x300

“Dengan adanya pembagian probiotik ini, kami berharap para petani dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. Selain itu, penggunaan probiotik juga lebih ramah lingkungan dan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Ketua DPRD dalam pidatonya.

Peringatan “Kuda Tuli” ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi petani dalam menerapkan praktik pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan dapat tercipta pertanian yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera.kobaran api yang membakar kantor pusat PDI waktu itu sebagai motivasi untuk kita bangkit

Ketua DPRD Tulungagung yang merupakan Bapak lingkungan hidup di Tulungagung memanfaatkan momen Kuda Tuli untuk membangkitkan api semangat kemandirian pangan dengan menciptakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan gratis. Bertahun tahun Ia menyediakan ribuan galon untuk petani di Tulungagung tanpa memandang bendera partai.

“Kita ambil hikmah dan api semangat atas peristiwa itu untuk bangkit dari masa masa sulit. Kita semangati petani berinovasi meningkatkan produksi pangan,” ujar Marsono saat membagikan ratusan pupuk organik gratis di rumahnya, di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Dengan bahan yang melimpah, pupuk organik juga mengurangi problem limbah yang menjadi polemik di masyarakat. Terlebih hal itu sesuai program pemerintah untuk mengurangi pemanfaatan pupuk kimia yang semakin langka dan mempunyai efek buruk terhadap kesuburan tanah di masa datang.

Marsono mengatakan, setidaknya ada 670 ton kotoran sapi per hari dihasilkan oleh ribuan peternak sapi perah di Kecamatan Sendang. Kalau itu dikelola secara benar, maka cukup untuk memupuk area pertanian di seluruh Kabupaten.

“Kita dorong petani di Tulungagung untuk mandiri pupuk dan kesuburan tanah. Kalau semua sepakat pasti kita bisa bersinergi membuat sebuah harmoni yang indah bagi masyarakat yang hidup di pinggiran sawah,” ujarnya .

puluhan orang hadir dalam acara yang dikemas dengan tumpengan itu. Berbagai kelompok tani dan kelompok ternak datang dari berbagai Kecamatan diantaranya, Pucanglaban, Tanggunggunung, Kalidawir, Gondang, Karangrejo, dan Pagerwojo. Mereka mendapatkan pupuk oraganik dari Ketua DPRD Tulungagung itu secara gratis.

Sementara itu, pakar dan inisiator pupuk oraganik Marsono, Slamet Wahyudi menyatakan, penyehatan tanah dengan mengaplikasikan pupuk organik dan mengolah lahan kritis secara organik maka pakan ternak bisa didapat dengan mudah tanpa merusak tanah.

Hal itu juga menciptakan kebangkitan ekonomi sekala besar dan mendukung Jawa Timur sebagai kantong susu nasional untuk memenuhi peningkatan gizi se Indonesia.

“Saya berharap para peserta yang hadir ikut berkampanye kepada peternak dan petani di daerahnya agar bekerja keras bersama dengan menanam pohon untuk kebutuhan ternak dan ikut serta meningkatkan oksigen,” katanya.

Slamet Wahyudi juga menerangkan pengaplikasian pupuk oraganik di wilayah Kecamatan Sendang. Karena dalam menanam harus diperhatikan kesuburan tanah. Kondisi kesuburan tanah diberbagai wilayah di Tulungagung juga berbeda beda.

“Bisa langsung di cek dengan alat kesuburan tanah, kondisi tanah disini sebelum diberikan pupuk organik adalah 500. Setelah dimasukkan pro biotik organik, kesuburan tanah meningkat diatas 2000 ke atas,”pungkasnya

Pewarta T Santoso

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

banner 325x300