Rorokembang Tulungagung – Alumni Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan menggelar hearing terkait program penghijauan dan pola tanam organik. Acara yang berlangsung di Aula Gedung dewan ruangaspirasi ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk kepala dinas kehutanan, dinas ketahanan pangan dan komisi yang membidangi , serta perwakilan 4/06/2024
Dalam acara tersebut, para alumni mempresentasikan berbagai manfaat dari penerapan pola tanam organik yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan bahan kimia. Mereka juga menekankan pentingnya penghijauan sebagai upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kelestarian alam.
“Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain presentasi, acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para ahli. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan tingginya minat dan antusiasme peserta terhadap topik yang dibahas.
Ketua DPRD Tulungagung dalam paparannya menjelaskan”Saya di sini sebagai pimpinan legislasi tidak bisa mengeksekusi, legislatif itu bukan eksekutif, yang yang mengeksekusi adalah pimpinan kadipaten bonorowo atau kabupaten Tulungagung, Bupati bersama jajarannya.
Sudah saya tancapkan sudah saya sakralkan saya tanam pohon asam, di wilayah Selatan, tujuh desa diantaranya di Desa Jenglung, Panggung Kawak, di Kalibatur, di Besole, di Boireng, saya tancapkan untuk tonggak asem di sana,itu merupakan lambangnya gunung, dan tanaman laut sudah saya tanam di gunung Wilis, ketika peradaban sudah saya satukan laut selatan dan gunung Wilis di bawahnya akan muncul kesejahteraan, selama opd dan masyarakat bekerja sama melibatkan opd media, masyarakat yang penting setelah ada diskusi yang penting setelah ada diskusi harus ada aksi, yang penting lagi jaga keberlanjutan. Kalau hanya hiporia saja ya kita bikin Tik tok saja pungkasnya
Sementara itu selamat Wahyudi yang merupakan pecinta lingkungan dari kecamatan sendang saat dikonfirmasi mengatakan “Tanah kalau tidak diolah kadarnya UC itu hanya 1100 kalau diolah menjadi 9.000, artinya 9 kali nilai nutrisinya pengolahan itu gratis dari awal kita berikan probiotik untuk mereka, mereka kita ajari membuat probiotik secara gratis dan hal ini sudah berjalan sekitaran 2 minggu, karena itu tanah kalau tidak subur kering dan lain sebagainya kita tanami tidak akan sukses hanya akan buang uang,kalau tanah itu subur kotoran burung saja bisa jadi tanaman, satu misal benih Lombok ataupun tomat” jelas nya,
Saat dikonfirmasi untuk tanaman apa yang akan ditanam slamet mengatakan,kita pelan-pelan tanaman pangannya ada juga tanaman kerasnya juga ada, karena kita bicara tentang ketahanan pangan akan tetapi ekosistem harus tetap kita jaga, mengingat hari ini isu karbon juga seperti itu, maka penanaman pohon keras itu juga harus diupayakan, lahan itu bisa subur juga karena adanya pohon, karena akar pohon itu bisa membuat berkumpul mikroorganisme yang berefek bisa mengurai tanah, pungkasnya
Pewarta T Santoso
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

















