
Tulungagung – Puguh, pria paruh baya itu biasa dipanggil di Tulungagung Jawa Timur. Sosok yang sudah 11th menetap di Tulungagung ini merasa geram, melihat etika, moral dan prilaku para anggota dewan terutama Ketua DPRD Tulungagung, yang beberapa kali di sapa di Group WA, tetapi tidak pernah memberikan respon.
Menurut pengertian PUGUH……yang namanya pegawai atau Anggota Dewan, atau apapun nama nya, kalau Masih terima gaji dari Pemerintah, artinya dia hanya sebagai Pelayan Rakyat. Jadi sudah sepatutnya ketika rakyat Tulungagung bertanya maka ya harus dijawab….!!!
Entah Karena goblok nya si PUGUH ini dia tidak bisa melihat hasil kerja anggota dewan, dalam pandanganya, dan pengalaman pribadinya…. anggota dewan itu kalau sedang berkumpul…tak ubahnya anak taman kanak-kanak yang sedang bercanda, kualitas candaan nya pun sekelas anak taman kanak-kanak..!!!
Kalau harus membahas soal rakyat, itupun sedikit sekali porsinya. Menyadari akan segala ke goblokkan dan kekurangannya sebagai rakyat, maka hari ini Puguh bersurat kepada Ketua DPRD Tulungagung saudara Marsono, SOS.
Puguh berharap terjalin komunikasi yang baik, setara antara majikan ( Rakyat) dan wakil nya. DPRD. Yang saat ini dipimpin oleh Marsono, SOS. Masih menurut PUGUH, Marsono .SOS seorang yang bermain aman. Diduga Marsono punya dosa warisan dengan para penguasa terdahulu. Sehinga Walaupun sebagai KETUA DPR Tulungagung, belum pernah kelihatan buah-buah pikiran dari seorang Marsono. Yang PUGUH lihat dibeberapa kesempatan, ya menyambut beberapa acara dengan pidatonya yang sangat normatif. Tetapi belum pernah mengeluarkan ide dan gagasan yang solutif.
Tulungagung hari ini dan kedepan butuh sosok Pemimpin yang tegas dan berani. Apalagi saat ini Tulungagung hanya dipimpin BUPATI tanpa Wakil Bupati. Kerja sama dan pengawasan semua pihak mutlak diperlukan

rorokembang melaporkan untuk anda semua

















