banner 728x250

IBM Prediksi Arah AI 2026: Dari Sovereign AI hingga Quantum Computing, Peluang Besar untuk Bisnis

banner 120x600
banner 468x60

Tulungagung, RoroKembang.com – Perusahaan teknologi global IBM membeberkan proyeksi arah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada tahun 2026. Sejumlah tren utama dinilai bakal menjadi pendorong transformasi lintas industri, mulai dari sovereign AI hingga pemanfaatan komputasi kuantum.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, dalam sebuah pemaparan di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa IBM telah memetakan lima fondasi tren teknologi yang akan berperan penting dalam mendorong perubahan dan pertumbuhan bisnis ke depan.

Salah satu tren utama adalah sovereign AI. Menurut Catherine, konsep ini tidak lagi semata-mata berbicara soal kepatuhan regulasi, tetapi telah bergeser menjadi strategi pertumbuhan perusahaan. Analisis IBM menunjukkan bahwa pada 2027, sekitar 80 persen organisasi multinasional di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan mengadopsi strategi pengelolaan data yang berdaulat.

banner 325x300

Sejalan dengan itu, pasar sovereign cloud di Asia Pasifik diprediksi mengalami lonjakan signifikan, dari US$37 miliar pada 2023 menjadi sekitar US$169 miliar pada 2028. Melihat potensi tersebut, kedaulatan digital dinilai perlu menjadi perhatian utama di level manajemen puncak. Perusahaan juga didorong untuk mengadopsi infrastruktur cloud hybrid sebagai fondasi dalam mewujudkan kedaulatan AI.

Tak hanya dari sisi teknologi, pemanfaatan AI juga harus diarahkan untuk mentransformasi alur kerja bisnis serta meningkatkan keterampilan sumber daya manusia agar siap menghadapi ekosistem sovereign AI.

Selain itu, tahun 2026 diproyeksikan sebagai fase di mana AI benar-benar berperan sebagai penggerak pertumbuhan pendapatan perusahaan. Saat ini, pemanfaatan AI telah berkembang dari sekadar otomatisasi proses menuju efisiensi biaya, hingga akhirnya digunakan untuk mendukung penciptaan nilai bisnis dan pendapatan baru.

Catherine mengungkapkan bahwa sebagian besar pimpinan perusahaan menyadari keberhasilan transformasi AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan manusia yang mengadopsinya. Bahkan, mayoritas CEO global menilai generative AI sebagai faktor kunci dalam memenangkan persaingan industri.

Agar AI dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan, perusahaan perlu menyusun roadmap transformasi yang jelas. Langkah tersebut mencakup peningkatan produktivitas melalui otomatisasi, pengembangan keterampilan SDM, pencarian diferensiasi bisnis, hingga eksplorasi model dan sumber pendapatan baru berbasis AI.

Tren berikutnya yang tak kalah penting adalah interoperabilitas agentic AI, yang diprediksi akan membentuk cara baru dalam operasional bisnis. Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan perlu membangun arsitektur agentic AI yang solid, memastikan tata kelola data yang baik, serta menilai dampaknya terhadap kolaborasi antara karyawan dan agen AI.

Sementara itu, komputasi kuantum juga dipandang sebagai teknologi masa depan yang akan semakin relevan bagi dunia usaha. Komputer kuantum dinilai mampu menyelesaikan persoalan kompleks dengan tingkat akurasi, kecepatan, dan efisiensi yang melampaui metode komputasi konvensional. Keberhasilan adopsinya sangat ditentukan oleh keterlibatan perusahaan dalam berbagai ekosistem, termasuk melalui kemitraan strategis.

Menutup pemaparannya, Catherine menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi AI yang digunakan, semuanya tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan siap beradaptasi dengan perubahan.

banner 325x300