Rorokembang Tulungagung — Asap hitam pekat muncul dari bawah kolong jembatan ngujang satu, berasal dari kobaran api dari sebelah selatan jembatan, sekitar pukul 16.00 WIB.
Kobaran api sempat membuat para pengendara dari kedua arah utara Ngantru begitu pula sebalik nya yang dari Ngujang ketakutan dan menghentikan kendaraannya di mulut jembatan dan ada yang ber balik arah, Jumat (28/5/2022)
Mobil Pemadam kebakaran pun di kerahkan untuk memadamkan kobaran api dan sekaligus membersihkan abu dan arang sisa sisa kobaran api, Kobaran api ini berasal dari barang-barang milik para gelandangan yang ada di bawah jembatan.

Saat dikonfirmasi Ribut katenan selaku juru kunci kuburan, menuturkan sebelumnya juga ada yang membakar pohon di Makam Ngujang. Kemungkinan orang yang sama yang membakar barang para gelandangan itu juga ulah orang yang sama,”
“Kemungkinan ada yang membakar ini,” Jelas Ribut ,
Ribut mengatakan, sebelumnya ada dua gelandangan di bawah jembatan Ngujang 1.
Salah satunya adalah MUT, seorang perempuan PSK liar yang berusia 60 tahun.
Satunya lagi TO, seorang laki-laki 60 tahun tukang mencari barang bekas.
Namun sepengetahuan Ribut, keduanya sudah satu bulan tidak tinggal di lokasi ini.
Namun barang-barang mereka, seperti kain bekas pakaian, bekas selimut, busa dan alat masak masih ditinggal di bawah jembatan.
Akibat Kobaran api menggosongkan kolong Jembatan Ngujang satu bagian selatan.tidak ada korban jiwa akan tetapi Baja-baja rangka jembatan ikut gosong, juga beton badan jembatan di atas kolong juga menghitam karena terbakar.
“Kabel listrikpu yang melintas di sebekah jembatan tidak ikut terbskar, tegas Ribut.
Jembatan Ngujang satu sangat vital, karena berada di akses utama Tulungagung-Kediri.
Jembatan ini melintasi Sungai Brantas, menghubungkan Kecamatan Kedungwaru di selatan dan Kecamatan Ngantru di utara.
Meskipun kobaran tidak menimbulkan korban jiwa akan tetapi Kebakaran ini berpotensi mengurangi kekuatan rangka jembatan, karena rangka bajanya terpanggang api.
Pewarta T Santoso


















