banner 728x250

Dinas Kesehatan Tulungagung Antisifasi Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

banner 120x600
banner 468x60

ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menggelar Sosialisasi tentang Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Stunting, Penyakit Jantung, Stroke, dan Single Data (SIKESTA), sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).l

banner 325x300

Dalam sosialisasi yang digelar di Balai Desa Pagersari, Kecamatan Kalidawir kali ini Dinkes Tulungagung juga berkolaborasi dengan RSUD dr Iskak Tulungagung dengan diikuti oleh peserta dari para tenaga kesehatan Puskesmas, ibu PKK, perangkat Desa dan perwakilan warga masyarakat di wilayah Kecamatan Kalidawir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rohmad melalui Kabid Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Tulungagung dr. Desi Lusiana Wardani mengatakan sosialisasi ini sebagai edukasi bagaimana cara penanganan kegawat daruratan untuk mencegah kematian Ibu dan Anak yang juga merupakan program nasional.

Yang mana menurutnya, untuk angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Tulungagung masih tergolong cukup tinggi secara nasional. Dan sampai hari ini jumlah kematian ibu ada 11 orang, sedangkan di tahun kemarin ada 57 orang dan itu karena sedang pandemi covid.

“Yang jelas kita berharap Angka Kematian Ibu (AKI) berhenti di angka 11 orang itu saja, tidak ada lagi kematian ibu melahirkan.

Salah satu cara untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan tersebut yakni melalui Bidan Desa yang nantinya harus lebih aktif memantau perkembangan ibu hamil.

“Dengan melaporkan hasil pemeriksaannya melalui KIA Online Dinkes atau Puskesmas bisa memantau perkembangan ibu hamil,”

Lebih lanjut Desi menjelaskan, banyak faktor yang mengakibatkan kematian ibu melahirkan. Yang pertama menurutnya adalah adanya kelainan, kedua salah satunya mungkin terkait penanganan keterlambatan rujukan dan saat ini sedang di dalami oleh Dinkes Tulungagung.

“Dan hari ini sedang dilakukan audit maternal, verynata di Dinkes yang juga dilaksanakan oleh RSUD dr. Iskak Tulungagung. Hari ini sosialisasi dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Tulungagung dan untuk Kalidawir kita adakan di Pagersari ini,”

Untuk itu kedepannya pihaknya juga berharap kolaborasi tersebut bukan hanya dengan RSUD dr Iskak saja, namun juga perlu adanya peran dari pihak Desa masing – masing dalam penanganan kegawat daruratan ini.

“Salah satunya yakni dengan adanya fasilitas Ambulance Desa yang mana pihak Desa juga akan kita berikan pelatihan bagaimana cara penanganan dan merespon cepat jika sewaktu – waktu ada kegawat daruratan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pagersari, Fudar Kusno menyampaikan terimakasih kepada Dinkes Tulungagung bersama RSUD dr Iskak Tulungagung telah mengadakan sosialisasi di Balai Desa Pagersari, karena dengan sosialisasi tersebut akan bermanfaat bagi warga masyarakat.

“Dengan adanya sosialisasi ini tentu akan memberikan edukasi baik kepada perawat, bidan atau tenaga kesehatan dan bermanfaat juga bagi warga masyarakat umumnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung dr Supriyanto Dharmoredjo yang mengingatkan kepada peserta maupun masyarakat akan pentingnya nomor layanan kegawat daruratan yakni melalui layanan PSC 119 dengan nomor hotline (0355) 320 – 119 dan aplikasi android Tulungagung Emergency Button.

Pewarta T Santoso

banner 325x300