banner 728x250

Dengan Ucapan Basmalah JNR 2022 Di Buka Perwakilan Staf Kepresidenan Usep Setiawan

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Tulungagung — Reboisasi harus diperhatikan dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Hal itu dikarenakan saat ini banyak sekali penebangan liar yang tentu saja merugikan bagi manusia. Dampaknya tidak akan dirasakan saat ini, namun bisa dirasakan beberapa puluh tahun ke depan. Oleh sebab itulah kesadaran akan reboisasi ini perlu digalakkan kembali. Dampak dari maraknya penebangan hutan liar yang sering terjadi adalah maraknya tanah longsor, erosi tanah dan punahnya satwa yang ada di Indonesia.18 /12/ 2022

banner 325x300

Dalam kesempatan itu hadir perwakilan KSP( Kepala Staf Kepresidenan ) Usep Setiawan dalam sambutanya mengatakan, Ucapan Terima kasih kepada Wakil Bupati Tulungagung yang sudah hadir dan mendukung Jambore Nasional Reboisasi Hutan ini.

Terima kasih kepada, pimpinan dan pengurus Tugu Lawang Nusantara yg sudah mengundang KSP dan kita semua untuk hadir dakam jambore ini.

Juga ucapan terima kasih kepada seluruh peserta JNRH dari Tulungagung dan berbagai daerah lain di Jatim seperti Biltar, Kediri, Malang, dan dari provinsi lain yang saya lihat cukup banyak hadir di sini.

Lebih lanjut Usep mengatakan Ketika Pak Moeldoko menerima undangan dari teman teman TLN beliau merasa senang dengan inisiatif JNRH ini. Moeldoko dikenal selain sebagai tentara, beliau jg punya concern khusus pada pengembangan pertanian. Namun sayang karena beliau ada kegiatan lain yg tdk bisa ditinggal maka beliau menugaskan saya US – TAU Kedeputian II KSP ( Bidang Agraria dan Desa) untuk mewakili beliau. Jelas nya

Bagi kami, latar belakang dan konteks dari JNRH ini sangat penting dan relevan utk kita artikulasikan bersama. Reboisasi sebagai upaya strategis dlm memulihkan kualitas hutan dan lingkungan, penting untuk kita sukseskan. Reboisasi dlm konteks membuka kesempatan kerja bagi rakyat di desa, juga sangat penting untuk dikembangkan. Terang nya

JNRH ini juga sangat relevan dgn upaya kita dalam upaya memproduktifkan lahan lahan yang dikuasai negara dan warga utk pengembangan pertanian pangan. Kita tahu, krisis pangan global kini tengah mengancam dunia. Presiden sudah berulang kali mengajak semua pihak untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian pangan kita. Kita harus mencegah kerawanan pangan dan gizi melanda negeri kita krn dampaknya bisa panjang, hingga angka stunting dan generasi masa depan bangsa yg kesehatannya lemah dan daya saingnya rendah.

Dalam peningkatan produktivitas pertanian pangan, hendaknya kita menggunakan pendekatan yg ramah thd lingkungan. Hindari pendekatan yg merusak kesuburan lahan dlm jangka panjang. Konsep agro-silvo-pastoral atau integrated farming system yg mengawinkan pertanian dgn peternakan, perkebunan, kehutanan, dan UKM perlu dipraktekkan di sebanyak mungkin tempat. Membangun tanpa merusak lingkungan, itulah komitmen kita.

Kami mendorong agar pembangunan dan pengembangan pertanian pangan disinergiskan dgn sektor2 lain bisa dilakukan di lokasi JNRH dan sekitarnya. Dalam hal ini, pelaksanaan pengembangan pertanian pangan bisa diintegrasikan dgn upaya kita dlm mendorong percepatan pelaksanaan RA dan PS. Pemberdayaan ekonomi, budaya, dan ekologi berbasis masyarakat menjadi kegiatan strategis setelah RA (redistribusi tanah scr kolektif) dan PS (izin skema hutan sosial). Kita pulihkan kualitas layanan alam dan tingkatkan kesejahteraan warga scr nyata.

Dengan demikan, pelaksanaan JNRH di Tulungagung, Jatim hari ini memiliki makna penting bagi upaya bangsa kita dalam memulihkan hutan, memproduktifkan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian pangan, dan peningkatan kesejahteraan warga. Semoga JNRH ini berjalan lancar dan JNRH atau dgn nama lainnya bisa dilakukan di tempat tempat lain, agar kesadaran utk memulihkan hutan dan lingkungan menjadi gerakan yg semakin meluas dan membesar. Pungkasnya,


By kakung 87

banner 325x300