banner 728x250

Demo Warga Tulungagung Tuntut PT HK Gala Atasi Dampak Longsor Proyek JLS yang Rusak Jalan Desa dan Pemukiman

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Tulungagung – Ribuan warga Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, menggelar aksi damai di depan kantor PT HK Gala pada Selasa (2/12). Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalur Lintas Selatan (JLS) yang memicu longsor, merusak jalan desa, sumber air, hingga mengancam permukiman warga.

banner 325x300

Koordinator Aksi 212 wilayah selatan, Roni Prasetya, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama diberi janji tanpa realisasi.

“Jika hanya janji, tak menyelesaikan apa pun. Kami menuntut perbaikan dan tanggung jawab nyata,” ujarnya.

Berbeda dengan audiensi sebelumnya di DPRD yang dinilai warga tidak jelas, kali ini aspirasi masyarakat benar-benar didengar. Hadir langsung dalam aksi tersebut perwakilan PT HK Gala, Polres, Koramil, Kodim, Kejaksaan, hingga Kementerian PUPR.

PT HK Gala menyatakan siap memulai perbaikan pada 5 Desember, sementara Kementerian PUPR berjanji menangani satu titik longsor besar dalam waktu 1,5 bulan. Namun warga menegaskan, jika janji tersebut tidak ditepati, mereka akan menggelar aksi lebih besar dan menempuh jalur hukum.

Ketua Aksi 212 Tulungagung, Rahmat Putra Perdana, menambahkan bahwa sejak awal proyek JLS, pihak perusahaan tidak pernah transparan.

“Tidak ada tembusan pemberitahuan ke desa. Tidak ada komunikasi. Tahu-tahu longsor terjadi, sumber air rusak, jalan desa putus, hingga batu besar hampir menimpa rumah warga,” kritiknya.

Dalam tuntutannya, warga mendesak:

  • Penanganan longsor yang merusak jalan desa dan akses warga.
  • Pengembalian fungsi sumber air bersih.
  • Normalisasi sungai dan saluran desa yang tertimbun material.
  • Penanganan ancaman batu besar di sekitar permukiman.
  • Pengawasan limbah material proyek yang dibuang sembarangan.

Setelah aksi, pihak Kementerian PUPR bersama aparat penegak hukum dan perusahaan turun langsung ke tiga titik longsor terparah. Kondisi lapangan yang memprihatinkan akhirnya membuat mereka menyatakan kesanggupan memperbaiki.

Rahmat menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal proses ini.

“Kami ingin desa aman, air kembali normal, dan proyek JLS tidak lagi menjadi momok bagi warga,” pungkasnya.

 

Pewarta T Santoso

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

banner 325x300