
Rorokembang Tulungagung – Bupati Tulungagung Kembali Melanjutkan Kegiatan Inspeksi Mendadak (SIDAK) bersama PLT dinas PUPR Robinson Daek, Pembangunan Saluran Drainase, di desa Bungur
Diinformasikan bahwa Proyek pembangunan drainase jalan yang menghubungkan antar dusun di desa Bungur tersebut dibangun sepanjang kurang lebih 120M dengan lebar 40 cm ditambah bahu jalan, yang dilaksanakan pemerintah Desa Bungur. Senin 12/72/021
Bupati Dr. Maryoto Birowo cukup mengapresiasi dengan kinerja yang telah dibuktikan pihak Pemerintah Desa dalam merealisasikan kewajibannya sejauh ini, dan Bupati cukup puas. Dengan pemerintah desa Bungur atas kewajiban pelaksanaan pekerjaannya, ya akan tetapi tetap memprioritaskan pelaksanaan yang baik dan hasil yang maksimal.
Bupati Tulungagung juga meminta agar pemerintahan desa Bungur bermusawarah dengan warga secara bersama membangun drainase agar kedepanya di jalan tersebut tidak ada genangan air saat hujan.
Saat itu juga beberapa warga menghampiri bupati dan tim nya yang hadir di lokasi pembangunan drainase dan menyampaikan keluhan nya diantaranya tentang perbaikan gorong gorong atau pipa agar galian nya di perdalam pinta warga, bupati pun menyanggupi agar segera kordinasi dengan pihak pengairan krn akan dialirkan ke sungai.
Saat salah satu warga bertanya kepada PLT dinas PUPR, mengenai pembangunan jalan yang rusak di Tulungagung hanya dengan jawaban segera di lakukan perbaikan dan pembangunan,oleh Robinson dengan jawaban yang menurut EP hanya normatif.maka dengan suara lantangnyaa mengatakan selama ini jawaban yang diberikan hanya normatif
Di lain sisi PLT dinas PUPR Tulungagung Ribinson daek dapat celaan keras dari tokoh masyarakat trekait masih belum. Di kerjakanya perbaikan jalan yang masih banyak yang rusak namun belum di perbaiki. Robinson menjawab dengan segera di perbaiki , dengan jawaban yang menurut EP hanya normatif.maka dengan suara lantang mengatakan sampai saat ini belum ada penanganan.
Secara proper, belum pantas, dan hanya asal di benai tapi pengerjaan nya ora pokro ora mesro, dan selanjutnya hampir proyek di Tulungagung itu hampir tanpa papan nama itu sudah memenui peraturan apa belum jelas EP. Gunanya papan nama menurut EP masyarakat biar tau. Ini uang apa dari mana jumlah nya berapa, dan untuk apa serta siapa yang mengerjakan nya pungkas EP. Dengan pertanyaan semacam ini Ribinson hanya bisa terdiam.
Pewarta Teguh santoso

















