ROROKEMBANG TULUNGAGUNG –Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat menggelar “Job Fair” (Bursa Kerja). Dimana tujuan dari kegiatan tersebut untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah setempat yang kini diperkirakan sekitar 3,6 persen dari jumlah penduduk 1.095.000 jiwa.
Kegiatan bursa kerja ini dilaksanakan di halaman kantor Disnakertrans, yang diikuti sedikitnya sekitar 50 perusahaan meliputi perbankan, rumah sakit, perguruan tinggi, koperasi, finance, asuransi, delear, hingga pabrik lokal maupun luar negeri. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo,juga menyerahkan sertifikat serta alat kerja dimana pelaksanaan selama tiga hari Job Fair Disnakertrans Tulungagung berlangsung selama 3 hari, dimulai pada 12 Juli hingga 14 Juli 202
Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan, selama kurang lebih 2 tahun, bursa kerja formal di Tulungagung tidak diselenggarakan. Hal itu dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia termasuk Kabupaten Tulungagung.
“Karena Covid-19 sudah reda dan tampak perlu adanya penyediaan tenaga kerja, kita bukalah job fair atau bursa kerja,” kata Bupati Maryoto usai acara pembukaan job fair.
Dalam job fair kali ini, ada kurang lebih 50 perusahan dari berbagai bidang usaha yang ikut berpartisipasi menjadi peserta. Dari 50 perusahan itu terdiri dari perusahan berskala nasional hingga berskala internasional.
Menurut Maryoto, job fair yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Tulungagung pada awalnya akan menyerap atau membutuhkan 1500 tenaga kerja dari berbagai pekerjaan. Namun jumlah itu naik menjadi 1668 tenaga kerja dari berbagai job.
“Bidang usahanya banyak, ada perusahan tekstil, ada teknologi IT, ada produk-produk makanan dan lain-lain,” terangnya.
Maryoto mengungkapkan, dari semua perusahaan yang ikut job fair ada perusahaan yang berskala nasional hingga internasional. Untuk perusahaan yang berskala nasional salah satunya adalah Sari Roti, sedangkan yang berskala internasional yaitu perusahaan tekstil dari Sukoharjo yang sudah menjalin kerjasama dengan 20 negara di dunia.
Job fair yang digelar, sebut Maryoto, adalah bentuk simbiosis mutualisme atau suatu hal yang saling membutuhkan. Pandemi Covid-19 yang melanda berdampak pada lesunya produktifitas perusahaan sehingga banyak mengurangi tenaga kerja.
“Karena Covid-19 sudah reda, ekonomi mulai bangkit. Maka perusahaan butuh tenaga dan tenaga kerja juga butuh lapangan kerja,” terangnya.
Maryoto berharap, kebutuhan tenaga kerja yang saat ini berjumlah 1668 itu, mudah-mudahan bisa bertambah. Karena pemuda atau angkatan kerja di Tulungagung yang sudah mempunyai kualifikasi baik pendidikan maupun keterampilan dalam artian sudah siap kerja, jumlahnya juga lumayan banyak.
Dia juga menegaskan, job fair yang diselenggarakan oleh Disnakertrans Tulungagung adalah bursa kerja formal atau resmi, bukan bursa kerja informal. Karena pelaksana bursa kerja itu ada intruksionalnya, ada dasarnya serta ada perusahaannya.
Bahkan proses rekrutmen tenaga kerja bukan melalui jasa pihak ketiga atau calo. Pelaksana bursa kerja itu langsung secara kedinasan, artinya dinas menghubungi perusahaan, dan perusahaan menyediakan peluang kerja atau lapangan kerja.
“Adanya job fair ini, mudah-mudahan bisa mengurangi angka pengangguran di Tulungagung,” tutupnya
Pewarta T Santoso

















