ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung , Marsono S.os, turun langsung menemui massa pendemo dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Tulungagung pada Selasa pagi. Aksi ini digelar untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait isu-isu sosial dan kesejahteraan masyarakat.
massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Tulungagung, Selasa (25/06//24).
Mereka menuntut pembatalan UU Tapera, komersialisai pendidikan dan beberapa isu lokal, diantaranya banyaknya jalan rusak dan mall pelayanan publik yang tidak optimal.
Massa mendatangi kantor dewan membentangkan berbagai sepanduk tuntutan. Beberapa diantaranya bertuliskan “Saat kami berjuang tikus berdasi bersembunyi dibalik laci”, “Tapera = Tambahan Penderitaan Rakyat”.
Masa HMI bergantian berorasi meneriakkan ketimpangan yang terjadi di masyarakat bawah. Mereka menyebut pemerintah terkait Tapera telah mengeluarkan aturan yang tidak pro rakyat bahkan menindas masyarakat kecil.
“Setiap bulan gaji buruh dipotong untuk Tapera, hal ini sangat memberatkan rakyat,” ujar Shaifullah Kamil dalam orasinya.
Tak hanya Syaiful, Orator lain, Abdul Ghofur bahkan menyebut, Indonesia saat ini mencapai puncak kebobrokan, dimana korupsi dan nepotisme merajalela. Hal itu menjadi dasar HMI untuk turun ke jalan.
Awalnya, massa yang memadati depan pintu utara DPRD itu ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Ahmad Baharudin. Setelah berdiskusi panjang, massa meminta untuk dipertemukan dengan Ketua DPRD Tulungagung agar pakta integritas yang mereka siapkan bisa ditanda tangani secara langsung.
“Mohon maaf karena lambat menemui dikarenakan ada rapat banggar yang harus diselesaikan,” ujar ketua DPRD Tulungagung Marsono,SSos setelah menemui mahasiswa HMI itu.
Menurutnya, masyarakat memang bisa datang ke DPRD Tulungagung dengan perwakilan ataupun secara beramai ramai. Namun Ia berharap aspirasi masyarakat dilakukan dengan mengutamakan diskusi dan musyawarah dengan nuansa hati dan nurani yang baik.
Apa yang menjadi aspirasi HMI menurut Marsono akan dibahas dengan pimpinan yang lain untuk tindakan lebih lanjut. Terlebih isu isu lokal, hal itu bisa secepat mungkin diambil tindakan.
“Tentang jalan rusak, mall pelayanan publik dan komersialisai pendidikan di Tulungagung itu bisa Kami kordinasikan langsung dengan dinas terkait,” katanya.
Setelah berdialog dengan Ketua DPRD, para demonstran menyampaikan apresiasi mereka atas kesediaan Marsono untuk menemui dan mendengarkan langsung aspirasi mereka. Aksi unjuk rasa ini berakhir sekitar dengan tertib, dan massa melanjutkan aksinya ke kantor Bupati Tulungagung diri dengan damai
Pewarta T Santoso
















