banner 728x250

Lestarikan Budaya Lewat Olahraga, Ribuan Kader Fatayat NU Tulungagung “Hijaukan” GOR Lembu Peteng

banner 120x600
banner 468x60

    ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – GOR Lembu Peteng berubah menjadi lautan hijau pada Minggu (3/5/2026) pagi. Ribuan kader dari Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tulungagung berkumpul untuk mengikuti gelaran Senam Sehat dan Festival Permainan Tradisional, sebuah ajang yang memadukan kebugaran fisik dengan misi pelestarian budaya lokal.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung, Ahmad Mugiyono, jajaran pengurus PCNU Tulungagung, serta perwakilan Badan Otonom (Banom) NU seperti GP Ansor.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Plt Bupati Ahmad Baharudin memberikan apresiasi tinggi kepada Fatayat NU yang konsisten menjadi motor penggerak kegiatan positif di masyarakat. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga.

“Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan seperti Fatayat NU dengan pemerintah sangat krusial untuk menciptakan pembangunan daerah yang harmonis. Kami mengapresiasi kegiatan ini yang tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali ruh permainan tradisional di tengah gempuran era digital,” ujar Ahmad Baharudin.

Pembukaan acara ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon udara ke langit Tulungagung, yang disambut riuh tepuk tangan ribuan peserta.

Ketua Panitia, Arista Dwi Saputri, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota pasca-Ramadhan dan Idul Fitri. Selain senam massal, daya tarik utama acara ini adalah lomba permainan tradisional yang mulai jarang ditemui.

“Kami ingin membangun kebersamaan sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental para kader. Melalui festival permainan tradisional, kami mengajak para kader bernostalgia sekaligus mengedukasi generasi muda bahwa kita memiliki warisan budaya yang sangat menyenangkan,” jelas Arista.

Berbagai perlombaan tradisional digelar dengan penuh keceriaan. Gelak tawa dan semangat kompetisi yang sehat mewarnai jalannya festival, membuktikan bahwa permainan warisan leluhur masih memiliki daya pikat yang kuat.

Menambah kemeriahan acara, panitia telah menyiapkan berbagai trofi penghargaan serta ratusan doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung. Semangat para kader Fatayat yang datang dari berbagai kecamatan ini menunjukkan soliditas organisasi yang terjaga dengan baik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu memotivasi masyarakat luas untuk kembali melirik olahraga tradisional sebagai sarana rekreasi sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Melalui Fatayat NU, Tulungagung menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak boleh meninggalkan akar budaya yang telah lama ada.


Pewarta : T Santoso

Catatan Redaksi:  Sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999, pihak yang merasa berkepentingan atau dirugikan dengan pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi. Sanggahan dapat dikirimkan, silakan hubungi redaksi melalui:

  • Email: trikaryabangkit@gmail.com

  • WhatsApp: +62 877-8841-0108

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *