banner 728x250

Selain Produk Takjil Mengandung Zat Berbahaya, Dinkes Tulungagung Temukan makanan sisa tikus

banner 120x600
banner 468x60

ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Dinkes Tulungagung kembali menemukan produk pangan yang tidak layak konsumsi saat mengunjungi tempat retail, grosir dan swalayan modern.

Produk pangan tidak layak konsumsi yang dimaksud diantaranya produk tidak dilengkapi nomor ijin edar, produk dengan kemasan label yang tidak lengkap, dan produk yang program pengendaliannya kurang diperhatikan. Dan yang lebih parah adalah produk pangan bekas gigitan tikus atau sisa tikus.

banner 325x300

Dalam rilis yang disampaikan, kunjungan Dinkes ke tempat retail, grosir dan swalayan modern pada Senin (27 Maret 2023 itu, merupakan upaya Pemerintah untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan serta mengawal produk-produk pangan di Tulungagung.

Baik produk pangan yang dikonsumsi langsung maupun produk pangan yang dijual dalam bentuk kemasan.”Dari beberapa tempat yang kita datangi, ditemukan produk yang tidak ada jaminan mutu dan keamanannya,” kata Kepala Dinkes Tulungagung Kasil Rohmat, melalui Kasi Farmasi dan Perbekalan Medis, Masduki.

Menurut Masduki, seluruh bagian dari tikus mengandung penyakit berbahaya, mulai dari bulu, air liur hingga air kencingnya.

Untuk itu, dalam mewujudkan perlindungan kesehatan masyarakat, setiap distribusi produk pangan harus melakukan pengendalian agar terhindar dari tikus.

Dinkes Tulungagung juga akan memberikan sanksi administratif kepada para pemilik tempat retail, grosir dan swalayan modern yang melanggar ketentuan pengendalian distribusi yang ditetapkan.

“Setiap distribusi harus melakukan pengendalian agar terhindar dari tikus. Otomatis, kita akan tindaklanjuti dengan memberi sanksi administratif,” tegasnya.

Masduki mengungkapkan, temuan produk pangan bekas dimakan tikus di tempat retail, grosir dan swalayan modern adalah pertama kalinya.

Sebab, kegiatan sidak yang dilakukan pada Tahun-Tahun sebelumnya tidak menemukan produk-produk pangan bekas dimakan Tikus seperti tahun ini.

Adanya tikus di swalayan, kata Masduki, kemungkinan disebabkan banyaknya produk didalam gudang penyimpanan serta kurangnya alat pengendali yang dipasang di gudang.

Kepada para pemilik retail, grosir dan swalayan modern, Masduki meminta agar segera melakukan pembenahan dan pembersihan produk-produk pangan yang tidak memenuhi syarat untuk diturunkan dari tempat penyimpanan dan diretur ke pabrik.”Kita berikan waktu satu Minggu untuk melakukan pembenahan dan pembersihan produk-produk pangan yang tidak layak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinkes Tulungagung melakukan uji produk pada sebelas jenis produk takjil dan menemukan empat jenis produk takjil tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung pewarna tekstil dan rodhamin B.

Uji produk itu dilakukan pada Jumat (24 Maret 2023) dengan total 40 sampel makanan dan minuman yang diambil dari para pedagang di wilayah Desa Tugu, Karangrejo, Gendingan, Tapan. Ketanon, Kepatihan, Jepun dan Pinka Kuthoanyar

banner 325x300