ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Mapolsek Karangrejo Tulungagung pada penghujung April 2026. Acara tasyakuran purna tugas Kapolsek Karangrejo, AKP Neni Endah, S.SH., digelar sebagai penanda berakhirnya masa bakti beliau di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Momen pelepasan ini terasa kian istimewa dan emosional karena bertepatan dengan hari ulang tahun AKP Neni Endah. Sinergi dan kedekatan yang selama ini dibangun terpancar jelas dari hadirnya seluruh unsur Forkopimcam Karangrejo, para kepala desa, tokoh lintas agama, hingga rekan-rekan media yang menjadi mitra strategis kepolisian.
Dalam sambutan perpisahannya, AKP Neni Endah tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat merefleksikan perjalanan panjang kariernya yang membentang selama hampir 38 tahun.
“Tidak terasa, 38 tahun sudah saya mengenakan seragam kebanggaan ini. Banyak suka dan duka yang dilalui, namun setiap detiknya adalah pengalaman berharga yang membentuk jati diri saya. Terima kasih atas dukungan luar biasa dari masyarakat dan sinergi lintas sektor yang terjalin selama saya menjabat di Karangrejo,” ungkap AKP Neni dengan suara bergetar.
Selama menakhodai Polsek Karangrejo, AKP Neni Endah dikenal bukan hanya sebagai perwira yang tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga sosok pemimpin yang sangat humanis. Ia berhasil mengubah stigma kepolisian menjadi lebih dekat dan hangat di mata masyarakat.
Salah satu warisan kepemimpinannya yang paling berkesan adalah rutinnya kegiatan Makan Bersama Gratis (MBG) di lingkungan Polsek. Program ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan strategi jitu beliau untuk mempererat kekeluargaan antar-anggota serta membangun solidaritas yang kuat sebelum melayani warga.
Perwakilan Forkopimcam Karangrejo memberikan testimoni tinggi atas kinerja AKP Neni. Menurut mereka, stabilitas keamanan di wilayah Karangrejo tidak lepas dari gaya komunikasi beliau yang luwes namun tetap berwibawa.
“Beliau telah memberikan keteladanan nyata. Kedekatan dengan masyarakat dan kepedulian sosialnya adalah standar tinggi yang ditinggalkan bagi Karangrejo. Kami merasa kehilangan sosok pemimpin sekaligus saudara,” ujar salah satu perwakilan Forkopimcam dalam sambutannya.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diberikan oleh AKP Neni kepada anggota termuda dan perwakilan tokoh masyarakat. Hal ini menjadi simbol estafet semangat pengabdian kepada generasi penerus. Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat mengiringi langkah beliau memasuki masa purna tugas.
Meski secara administrasi tugasnya di kepolisian telah usai, dedikasi AKP Neni Endah diharapkan tetap menjadi inspirasi. Sebagaimana pepatah lama, purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian baru dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat.
Pewarta : T Santoso
Catatan Redaksi: Sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999, pihak yang merasa berkepentingan atau dirugikan dengan pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi. Sanggahan dapat dikirimkan, silakan hubungi redaksi melalui:
Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108


















