banner 728x250

Dinkes Tulungagung optimalkan capaian PIN Polio

banner 120x600
banner 468x60

 

Rorokembang Tulungagung — Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus.
Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun,

banner 325x300

Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur berupaya mengoptimalkan capaian pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di daerah itu dengan menyisir (sweeping) kelompok balita usia 0-4 tahun.

“Capaian kami sejauh ini sudah 96 persen dari target sasaran sebanyak 114.319 anak usia di bawah 8 tahun. Sekarang kami fokus melakukan sweeping yang belum terjangkau program vaksinasi ini,”
kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Kasil Rokhmad di
, percepatan capaian sasaran vaksinasi polio sejauh ini terbantu karena Dinkes bisa mengakses anak sekolah usia dini, hingga SD kelas 1 atau kelas 2 dengan umur di bawah 8 tahun.

Setelah sasaran anak usia sekolah bisa dimaksimalkan, pelaksanaan vaksinasi menggunakan metode “jemput bola”, terutama untuk balita yang berada di usia prapendidikan atau belum sekolah.

Untuk itu, pihaknya bakal mendatangi dari rumah ke rumah atau melalui posyandu di desa. “Satu pekan ini kami lakukan sweeping,” katanya.

Sweeping dilakukan oleh petugas kesehatan. Mereka sudah dibekali data anak yang tidak hadir saat pemberian imunisasi polio.

“Kami masih optimistis bisa mencapai 100 persen, bahkan lebih,” katanya.

Pelaksanaan imunisasi polio dilakukan serentak di Jawa Timur mulai 15 Januari 2024. Pelaksanaan imunisasi ini sebagai respons temuan kasus polio di Madura.

Temuan kasus polio di Madura memicu alarm kejadian luar biasa polio di Jatim. Sebab, Indonesia sudah dinyatakan bebas polio sejak 2014

Pewarta T Santoso

banner 325x300