banner 728x250
OPINI  

RUKUN DI FOTO, RAMAI DI BALIHO— NAMUN SEPI DI KERJA

banner 120x600
banner 468x60

Narasumber : JUMANTORO

Rakyat Jember, mari kita jujur pada diri sendiri. Selama ini kita terlalu sering dipaksa percaya pada gambar.
Gambar yang rapi. Gambar yang tersenyum. Gambar yang seolah berkata: “semua baik-baik saja.”

banner 325x300

Padahal yang kita lihat setiap hari tidak selalu seindah itu.
Di papan besar, pejabat berdiri rapi, seragam serasi, warna cerah, kata-kata manis.
Di bawah papan, ruang publik semrawut, parkir darurat, spanduk tambal-sulam, lalu lintas dibiarkan, urusan warga berlarut.
Kontrasnya telanjang. Yang rukun cuma fotonya. Yang kerja tak pernah dijelaskan dengan terang.

Tulisan ini adalah opini warga, disusun berdasarkan pengamatan terbuka dan demi kepentingan publik.
Tidak menuduh pidana, tidak menyerang pribadi, melainkan mengkritik cara negara berkomunikasi dengan rakyat.
Baliho bukan laporan kinerja. Pose bukan kebijakan. Senyum bukan hasil.

Jika pemerintah ingin dipercaya, jawab dengan kerja.
Jika ada isu, jelaskan dengan keterbukaan.
Jika ada kritik, perbaiki mekanisme, bukan memoles persepsi.

“Mon ta’ kerrâ, foto ta’ bisa mbeneragi urusan.”
(Kalau tak bekerja, foto tak akan membenahi urusan.)

Rakyat tidak anti simbol. Rakyat anti dibohongi oleh simbol.
Ketika pertanyaan publik tidak dijawab dan diganti dengan gambar, di situlah kejujuran runtuh.

“Bânnè butto gambarra, tapè lakona.”
(Bukan butuh gambarnya, tapi perbuatannya.)

Negara jangan bicara dengan bahasa kampanye di ruang pelayanan.
Bahasa negara adalah bahasa kerja, bukan bahasa pencitraan.

Mengira rakyat cukup ditenangkan dengan baliho adalah kesalahan besar.
Rakyat membandingkan yang ditampilkan dengan yang dialami.

“Tèngghi sè ajâ’ ka’ rakyat ta’ parlo’ dibu’â’ gambar.”
(Yang tinggi jangan mengira rakyat perlu dibuai gambar.)

Jika semua baik-baik saja, jelaskan.
Jika ada masalah, akui dan benahi.
Jika ada perubahan, laporkan dengan data.
Pemerintahan yang bekerja tidak takut ditanya.
Pemerintahan yang jujur tidak perlu topeng visual.

“Sangkalâ ta’ kanca’na, sopajâ’ ta’ dibâbhâ’.”
(Kalau tak sanggup, jangan berpura-pura.)

Mari kita sepakati:
Nilai kerja, bukan baliho.
Minta penjelasan, bukan pose.
Awasi kebijakan, bukan warna.
Jember butuh kerja.
Bukan gambar.

— Pamflet Kesadaran Publik
Media Rorokembang

Loading

banner 325x300