
Roro Kembang Tulungagung, Reboisasi adalah suatu upaya penanaman pohon dan penghijauan kembali kawasan hutan maupun lahan kosong untuk mengembalikan fungsinya. Reboisasi ini dilakukan sebagai bentuk penghijauan kembali kerusakan hutan yang terjadi akibat pembakaran, penebangan pohon dan tindakan tidak bertanggung jawab lainnya, yang jelas akan membawa dampak yang tidak baik bagi manusia. Bentuk dan akibat paling nyata dari kerusakan hutan adalah adalah banjir dan erosi.
Sebenarnya reboisasi bukan hanya dilakukan di hutan saja tetapi juga di lahan-lahan kosong agar nantinya tanah di bawahnya bisa menahan dan menyimpan air. Kerusakan hutan dan lahan yang terjadi secara tidak langsung berdampak pada kekeringan panjang saat musim kemarau tiba. Tidak adanya pohon yang menahan dan menyimpan air membuat sumber mata air tidak berfungsi.
Dalam rangka menjaga bumi, KPHL Sendang bekerja sama dengan PSHT Ranting Sendang akan melaksanakan giat reboisasi. Ketua DPRD Tulungagung, Kapolsek Sendang beserta jajaran, PSHT Ranting Sendang Cabang Tulungagung Pusat Madiun, KPHL Sendang , PERHUTANI Sendang, Dinas Kehutanan TAGANA, SMPN Sendang, Komunitas Agus, dan masih banyak lagi, 27/3/2021

Bertempat di hutan lindung wilayah Nyawangan terletak di Dusun Mberu yang telah di gunakan untuk destinasi wisata, dan juga di wilayah beringin Nyawangan. Kegiatan ini berlangsung dengan semangat yang mana para peserta dengan antusias mendengar arahan dari Dinas terkait, Ketua DPRD Marsono Tulungagung juga arahan dari Ketua KPLH Sendang Slamet Wahyudi. Dalam kesempatan ini bibit pohon yang di tanam sebanyak 1.480 dengan beberapa jenis pohon di antaranya sengon trembesi buah bahan dan lain sebagainya.
Slamet Wahyudi di sela sela kegiatan saat berbincang dengan awak media, menuturkan tentang kegiatan ini dengan tema Penutupan reboisasi musim tanam 2020–2021 bukan berarti kita berhenti menanam, akan tetapi merupakan agenda tutup Buku KPHL Sendang, dan juga pihak nya mempersiapkan benih untuk musim tanam berikut nya, tuturnya.
Di sela sela kegiatan tanam pohon juga diadakan diskusi dengan pihak terkait yang bersingungan dengan hutan dan reboisasi yang tentunya reboisasi dan cinta lingkungan. Dalam diskusi tersebut menghasilkan beberapa agenda yang harus segera di tangani adalah perawatan pohon yang telah di tanam oleh para relawan dari berbagai komunitas. Perawatan tidak kalah penting fungsinya dengan penanaman, baik pemupukan pengairan ataupun pembersihan Gulma yang di sekitar tanaman.

Sedangkan poin kedua menjaga kelestarian air dan ketersediaan air di kala musim kemarau. Poin ketiga Juga tidak kalah penting, yaitu penanganan limbah kotoran sapi yang meluber hingga mengotori sungai dengan serius, mengingat di Kecamatan Sendang bermunculan tempat wisata baru yang memanfaatkan potensi sungai. Sehingga kita berupaya agar para peternak punya kesadaran untuk tidak langsung membuang kotoran ke dalam sungai, atau bahkan bisa mengandeng investor untuk mengolah limbah kotoran ternak tersebut.
Menangapi hal tersebut Ketua DPRD Marsono yang terlibat dalam diskusi. Diskusi kali ini di anggap bagian dari reses nya untuk mengalir aspirasi, tiga poin tersebut nanti akan di masukan ke dalam rapat perubahan angaran pada bulan Agustus, dan di sini dalam diskusi ini ada berbagai elemen masyarakat juga ada dari pihakKepolisian Perhutani TAGANA, tokoh masyarakat juga rekan media, bahwasanya masalah ini sangat penting untuk segera di tangani, agar pelestarian Alam ini segera terwujud, Pungkasnya.
Pewarta Teguh santoso

















