Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkes UM) Kabupaten Tulungagung menggelar Pelatihan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) bagi 50 Koperasi Wanita (Kopwan). Kegiatan ini berlangsung di Barn Meeting Liur pada Rabu dan Kamis (17–18 Juni 2026).
Pelatihan yang diselenggarakan secara berkala ini menghadirkan narasumber dari UPT Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Tulungagung, Dr. Slamet Sunarto, M.Si., menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk menertibkan penyusunan laporan keuangan di tingkat koperasi.
”Pelatihan kali ini ditujukan bagi pengurus Kopwan agar mampu menyesuaikan tata kelola keuangan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Slamet, Kamis (18/6/2026).
Slamet menjelaskan, penerpan SAK EP dilakukan untuk menggantikan standar lama (SAK ETAP). Langkah ini penting guna mendorong tingkat transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan lembaga koperasi agar semakin tepercaya.
Selama pelatihan, para peserta dibekali materi praktis mulai dari pencatatan transaksi dasar, penyusunan laporan posisi keuangan, hingga penyusunan laporan laba rugi. Tak hanya teknis pencatatan, peserta juga dilatih menganalisis kinerja keuangan organisasi secara mandiri.
”Para peserta dilatih bagaimana memanfaatkan data keuangan untuk membaca potensi risiko sekaligus menjaga keberlanjutan usaha koperasi,” terangnya.
Penerapan SAK EP dinilai makin mendesak lantaran penyusunan laporan keuangan di tingkat koperasi masih kerap diwarnai kekeliruan. Hal ini umumnya dipicu oleh perlakuan akuntansi yang belum standar serta terbatasnya kemampuan pengurus dalam menganalisis data keuangan yang ada.
Akibatnya, laporan keuangan sering kali berakhir sebatas dokumen administratif formalitas, tanpa dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana evaluasi kinerja maupun mitigasi risiko bisnis.
”Maka pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam menyusun, membaca, serta menganalisis laporan keuangan sesuai ketentuan SAK EP,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Slamet berharap kepatuhan terhadap standar akuntansi serta kemampuan analitis para pengurus Kopwan di Tulungagung dapat meningkat secara signifikan.
”Harapannya, laporan keuangan yang dikerjakan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis yang jauh lebih tepat dan akurat,” pungkas Slamet.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:
Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108


















