banner 728x250
JEMBER  

JEMBER, BUKA DOKUMENNYA: PROYEK LAMPU HAMPIR 24 MILIAR CAIR, ANGGARAN PAUD ANAK DESA TURUN JADI NOL

banner 120x600
banner 468x60

TAJUK RENCANA ROROKEMBANG

Oleh: Eko Puguh Prasetijo

banner 325x300

 

Rakyat Jember tidak perlu pusing dengan bahasa kantor. Tidak perlu hafal APBD. Tidak perlu hafal RKA. Tidak perlu hafal DPA. Tidak perlu hafal SP2D.

Rakyat cukup bertanya sederhana:

  •  Uangnya dari mana?
  •  Untuk siapa?
  •  Dipakai apa?

Mengapa proyek lampu hampir 24 miliar bisa cair, sementara anggaran PAUD anak-anak desa dalam pos yang diperiksa turun menjadi nol rupiah?

1. Fakta Anggaran Proyek Lampu (PJU)

Di dokumen Tahun Anggaran 2026, terbaca SP2D Nomor:

35.09/04.0/0000477.8/1.04.2.10.2.11.01.0000/P1/3/2026

Nilainya: Rp23.933.555.200,00 (Hampir 24 miliar rupiah).

Peruntukan: Belanja Modal Jaringan Listrik Lainnya, Termin I 95 persen, Pembangunan PJU Perumahan.

Satker: Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember.

Penerima:  Tercatat berkaitan dengan PT Matrix Jaya Unggul.

Rorokembang tidak menuduh proyek ini salah. Bisa saja kontraknya ada. Bisa saja pekerjaannya benar. Bisa saja lampunya memang dibutuhkan rakyat. Bisa saja seluruh administrasinya lengkap.

Tetapi kalau benar, buka saja datanya:

  • Buka kontraknya.
  • Buka titik lokasinya.
  • Buka jumlah lampunya.
  • Buka nilai satuannya.
  • Buka progres fisiknya.
  • Buka siapa pengawasnya.
  • Buka mengapa Termin I dibayar 95 persen.

2. Fakta Anggaran PAUD Anak Desa

Sebab pada dokumen lain, rakyat melihat hal yang sangat mengagetkan. Dalam Lampiran 3a APBD 2026 Penjabaran, bagian Dinas Pendidikan, sub kegiatan PAUD, anggaran di banyak kecamatan turun menjadi Rp0,00:

  • Di Jombang: dari Rp984.960.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Ajung: dari Rp1.054.080.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Ambulu: dari Rp1.152.000.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Kaliwates: dari Rp1.578.240.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Sumberbaru: dari Rp1.422.720.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Silo: dari Rp1.272.960.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Puger: dari Rp1.618.560.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Di Sumbersari: dari Rp1.883.520.000,00 menjadi Rp0,00.
  • Jika dijumlah dalam sub kegiatan yang diperiksa, anggaran PAUD yang semula sekitar Rp33.183.360.000,00 berubah menjadi Rp0,00.

Ini bukan angka biasa. Ini menyangkut TK, RA, KB, TPA, SPS, guru-guru PAUD, ruang belajar anak desa, dan masa depan anak-anak Jember.

3. Pertanyaan dan Tuntutan Rakyat

Rakyat tidak anti proyek. Rakyat tidak anti lampu. Rakyat tidak menolak pembangunan. Rakyat hanya bertanya:

Mengapa lampu perumahan bisa menyala dengan pencairan hampir 24 miliar, sementara anggaran PAUD anak desa dalam pos itu padam sampai nol?

 

Kalau dana PAUD hanya pindah pos, tunjukkan pos barunya.

Kalau diganti sumber dana lain, sebutkan sumbernya.

Kalau program tetap berjalan, buka anggarannya.

Kalau memang dihapus, jelaskan alasannya.

Jangan jawab rakyat dengan kalimat “sudah sesuai prosedur” tanpa dokumen. Karena ini uang rakyat. Bukan uang pribadi pejabat. Bukan uang ruang rapat. Bukan uang yang boleh gelap penjelasannya.

Rorokembang menegaskan: tulisan ini bukan tuduhan korupsi, bukan vonis, dan bukan penghukuman terhadap siapa pun. Tetapi ini adalah alarm publik atas anomali anggaran yang serius dan harus dijelaskan.

4. Seruan kepada Pihak Terkait

Kepada Pemerintah Kabupaten Jember: Buka datanya.

Kepada Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup: Jelaskan proyek PJU Perumahan hampir 24 miliar itu.

Kepada Dinas Pendidikan: Jelaskan mengapa pos PAUD yang diperiksa turun menjadi nol rupiah.

Kepada DPRD Jember: Jalankan fungsi pengawasan. Rakyat berhak tahu siapa yang membahas, siapa yang menyetujui, siapa yang bertanya, dan apa dasar perubahan anggarannya.

Kepada BPK dan BPKP: Lakukan pemeriksaan. Jangan berhenti pada kertas formal. Uji kewajaran, manfaat, lokasi, volume, harga, proses, dan dasar perubahan anggarannya.

Kepada KPK, Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri: Lihat dokumen ini sejak dini. Tidak perlu menunggu rakyat marah. Tidak perlu menunggu perkara meledak. Mulailah dari data.

Pemerintah Pusat: Patut memberi atensi. Anak-anak PAUD Jember adalah anak-anak bangsa. Uang daerah adalah uang rakyat Indonesia. Jika ada pos pendidikan anak kecil turun menjadi nol, sementara proyek hampir 24 miliar berjalan, pertanyaan rakyat layak didengar sampai pusat.

Kesimpulan

Jember jangan hanya terang lampunya. Jember harus terang anggarannya.

Jember jangan hanya menyala di proyek. Jember harus menyala di sekolah anak-anak kecil.

Jika semua benar, buka.

Jika semua sah, jelaskan.

Jika semua bersih, buktikan.

Jika semua untuk rakyat, biarkan rakyat melihat.

Rorokembang membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada Pemerintah Kabupaten Jember, DPRD Jember, dinas terkait, PT Matrix Jaya Unggul, lembaga pemeriksa, aparat penegak hukum, dan pihak mana pun yang disebut atau merasa perlu memberi penjelasan.

Silakan bantah dengan data. Silakan koreksi dengan dokumen. Silakan jelaskan dengan bukti.

Tetapi sebelum ada penjelasan terang, pertanyaan rakyat tetap berdiri:

Mengapa proyek lampu hampir 24 miliar bisa cair, sementara anggaran PAUD anak-anak desa dalam dokumen perubahan justru turun sampai nol rupiah?

Itu pertanyaan rakyat. Itu pertanyaan nurani. Itu pertanyaan yang harus dijawab dengan jujur.

Sebab Jember bukan hanya milik pejabat.

Jember milik rakyat.

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:

Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108
 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *