Rorokembang Tulungagung – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan masyarakat Desa Plosokandang melalui kegiatan santunan anak yatim yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam (5/7/2026) tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memberikan dukungan bagi anak-anak yatim agar tetap semangat menempuh pendidikan.
Pada tahun ini, panitia menyalurkan santunan pendidikan kepada 53 anak yatim. Bantuan tersebut berasal dari dana kotak amal (Bamal) yang ditempatkan di berbagai toko, warung, dan tempat usaha di wilayah Desa Plosokandang, ditambah sumbangan sukarela dari masyarakat Plosokandang dan sekitarnya. Kepercayaan serta kepedulian para donatur menjadi kekuatan utama sehingga program ini mampu terus berjalan hingga sekarang.
Tradisi santunan anak yatim ini bukanlah kegiatan yang baru dimulai. Program sosial tersebut telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak tahun 1997, menjadikannya salah satu kegiatan sosial yang terus bertahan berkat semangat gotong royong masyarakat. Selama hampir tiga dekade, warga secara konsisten menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim melalui program santunan pendidikan.
Tidak hanya penyaluran bantuan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengajian dan doa bersama yang diikuti para penerima santunan, wali, tokoh agama, panitia, serta masyarakat. Suasana penuh kekhidmatan terasa sepanjang acara. Melalui pengajian tersebut, panitia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan kebutuhan pendidikan anak-anak yatim, tetapi juga menjadi sarana memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kepala Desa Plosokandang mengapresiasi seluruh masyarakat dan para donatur yang selama ini istiqamah mendukung kegiatan santunan. Menurutnya, keberlangsungan program sejak 1997 merupakan bukti nyata bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut, membawa keberkahan bagi para donatur, serta memberikan manfaat bagi anak-anak yatim agar mereka semakin termotivasi dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Plosokandang kembali membuktikan bahwa kebersamaan dan kepedulian merupakan modal utama dalam membangun lingkungan yang harmonis. Santunan anak yatim yang telah menjadi tradisi selama hampir tiga puluh tahun diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk menjaga semangat berbagi dan saling membantu sesama.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:
Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108
















