ROROKEMBANG TULUNGAGUNG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung melayangkan surat teguran resmi kepada 938 pedagang yang tersebar di enam pasar tradisional. Langkah ini diambil menyusul banyaknya kios dan los yang dibiarkan kosong tanpa aktivitas jual beli, meski hak kelolanya masih dimiliki oleh pedagang tercatat.
Kepala Disperindag Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto, menjelaskan bahwa langkah tegas ini dilakukan untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan fasilitas pasar daerah yang terbengkalai.
”Surat teguran kepada pedagang yang sudah lama tidak berjualan ini dimaksudkan agar mereka kembali membuka usahanya,” ujar Fajar saat dikonfirmasi.
Dari enam pasar yang mendapati pemantauan, Pasar Wage menjadi lokasi dengan jumlah teguran terbanyak, yakni mencapai 563 pedagang. Banyaknya kios mati di pasar tersebut tak lepas dari pergeseran tren belanja masyarakat. Pasar Wage yang dulunya dikenal sebagai sentra garmen dan konveksi kini berjuang keras menghadapi gempuran pasar digital dan perdagangan online.
Melalui surat teguran tersebut, Disperindag meminta komitmen dari para pemilik izin. Jika setelah tenggat waktu yang ditentukan kios tetap tidak dioperasikan, pedagang diimbau secara kooperatif untuk mengembalikan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) kepada pemerintah daerah.
”Setelah SITU dikembalikan, tempat tersebut akan dipindahtangankan atau dialokasikan kepada pedagang lain yang siap berjualan, agar roda perekonomian di pasar kembali bergerak,” tegasnya.
Respons dari para pedagang pun beragam. Sebagian kecil memilih menyerahkan kembali izin usahanya, namun mayoritas pedagang memilih bertahan sambil berharap kondisi pasar dapat kembali pulih. Menurut Fajar, faktor utama yang membuat pedagang enggan membuka lapaknya adalah tingginya operasional harian yang tidak sebanding dengan sepinya pengunjung.
Menghadapi tantangan ini, Disperindag Tulungagung terus menggodok berbagai opsi perbaikan. Meski revitalisasi bangunan fisik pasar membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar, pihak dinas berupaya mencari formula dan skema terbaik untuk meramaikan kembali pasar rakyat.
”Kami terus melakukan kajian untuk menemukan solusi paling efektif agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional bisa kembali bergairah,” pungkas Fajar.


















