banner 728x250

Jelang Muktamar NU, Gus Maftuh Ajak Nahdliyin Gencarkan Doa Bersama di Setiap Kampung

banner 120x600
banner 468x60

 

SURABAYA, Rorokembang.com – Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, KH Mas Muhammad Maftuh atau yang akrab disapa Gus Maftuh, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, untuk memperbanyak istighosah, burdah, jausyan, manaqib, dan doa bersama di berbagai daerah. Langkah ini dinilai sebagai ikhtiar batin penting untuk menjaga keselamatan bangsa serta kelancaran rangkaian agenda Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).

banner 325x300

Menurut Gus Maftuh, doa bersama bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan bentuk kepedulian nyata umat Islam, terutama warga NU, dalam menghadapi berbagai dinamika kebangsaan dan menjaga persatuan. Ia menilai kondisi bangsa saat ini membutuhkan kombinasi ikhtiar lahir dan batin agar segala persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin, penuh kebijaksanaan, serta senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT.

“Sudah saatnya kita gencarkan istighosah, burdah, jausyan, manaqib, dan doa bersama di setiap kampung, masjid, serta majelis ilmu. Ini adalah ikhtiar kita memohon kepada Allah SWT agar Muktamar NU diberikan kelancaran dan bangsa Indonesia selalu diberikan keselamatan, kedamaian, serta dijauhkan dari perpecahan,” ujar Gus Maftuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Kyai Kampung Seluruh Indonesia (FK3I), Kamis (2/7/2026).

Kawal Muktamar dengan Adab dan Khittah 1926

Gus Maftuh berharap pelaksanaan Muktamar NU—yang lokasi pastinya masih dalam tahap penggodokan—dapat berjalan lancar, penuh keberkahan, serta menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai perjuangan NU sesuai dengan Qonun Asasi, AD/ART, dan Khittah NU 1926.

Ia menekankan bahwa forum tertinggi NU tersebut harus menjadi ruang musyawarah yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat Islam, warga NU, serta seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar untuk kepentingan kelompok tertentu.

“NU lahir dari doa, perjuangan ulama, dan pengabdian kepada umat. Maka segala proses besar yang menyangkut masa depan NU harus dikawal dengan doa, akhlak, dan semangat persatuan,” tegasnya.

Kedepankan Tabayyun dan Persaudaraan

Menjelang agenda-agenda penting organisasi, Gus Maftuh mengingatkan semua pihak untuk menjaga suasana agar tetap kondusif demi menyukseskan jalannya Muktamar NU. Ia menekankan pentingnya mengedepankan adab, tabayyun (konfirmasi), serta musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan yang muncul.

“Perbedaan adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan. NU harus tetap menjadi rumah besar yang menaungi umat, menjaga Islam rahmatan lil alamin, dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkas Gus Maftuh.

Melalui gerakan doa bersama yang masif di tingkat kampung dan desa di setiap wilayah, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat ikut berkontribusi aktif dalam menyukseskan Muktamar NU sekaligus menjaga Indonesia agar tetap aman, damai, dan penuh keberkahan.

 

 

PEWARTA [ PRAPTO ]

Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:

Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *