ROROKEMBANG LAMONGAN – Polres Lamongan bersama Kodim 0812/Lamongan menerapkan skema pengamanan berlapis dalam rangka Pengesahan Warga Baru Persaudaraan “Setia-Hati” Terate (PSHT) Cabang Lamongan Tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan kegiatan.
Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, bersama Kapolres Lamongan mendampingi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan yang digelar pada Kamis (18/6/2026).
Apel tersebut diikuti ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga pengamanan internal PSHT (Pamter). Seluruh personel disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengawal agenda tahunan tersebut.
Adapun kekuatan pengamanan yang dikerahkan meliputi:
- TNI gabungan (Kodim 0812/Lamongan, Denpom, Garnisun, dan Yon Zipur 5): 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK);
- Brimob Polda Jawa Timur: 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK);
- Polres Lamongan: 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK);
- Pengamanan Terate (Pamter): 1 Satuan Setingkat Peleton (SST);
- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan: 1 SST;
- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan: 1 SST.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan bahwa pengesahan warga baru PSHT merupakan agenda tahunan berskala besar yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaannya berjalan aman dan tertib.
“Saya mengimbau kepada seluruh warga baru PSHT yang akan disahkan untuk menjadikan momen ini sebagai pembuktian bahwa PSHT adalah organisasi yang berakhlak, cinta damai, dan mampu menjadi pelopor ketertiban di Lamongan. Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Lamongan agar tetap aman, nyaman, dan harmonis,” ujar Bupati.
Sementara itu, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak.
“Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pengamanan internal PSHT menjadi kunci utama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengesahan berjalan aman, tertib, dan damai,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolres Lamongan menjelaskan bahwa aparat telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, mulai dari jalur keberangkatan peserta, lokasi pengesahan di Kecamatan Sukodadi dan Kecamatan Tikung, hingga jalur kepulangan.
“Kami menerapkan skema pengamanan berlapis dan tegas. Tidak ada toleransi terhadap tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, termasuk konvoi liar maupun penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Personel akan bergerak secara mobile maupun stasioner di titik-titik yang telah ditentukan,” ujarnya.
Usai apel, seluruh personel gabungan langsung menempati area pengamanan yang telah ditetapkan. Fokus pengamanan diarahkan pada sejumlah titik prioritas, di antaranya:
- Padepokan SH Terate Kecamatan Sukodadi;
- Wilayah Kecamatan Tikung;
- Sejumlah titik strategis lainnya yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.
Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama aparat keamanan juga mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Sementara itu, warga baru maupun anggota PSHT diminta ikut menjaga nama baik organisasi dengan mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Lamongan.
PEWARTA [ UDIN ]
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:
Email: trikaryabangkit@gmail.com
WhatsApp: +62 877-8841-0108


















