banner 728x250

Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda, Jaranan Senterewe Perkuat Identitas Budaya Tulungagung

banner 120x600
banner 468x60

     ROROKEMBANG TULUNGAGUNG  – Kabupaten Tulungagung kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai salah satu pusat pelestarian budaya di Jawa Timur. Kesenian khas Jaranan Senterewe secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Pengakuan ini ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Gubernur Jawa Timur kepada Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., di Taman Krida Budaya, Malang, Minggu (22/2/2026).

Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas nilai sejarah, orisinalitas, serta peran penting Jaranan Senterewe dalam struktur sosial masyarakat Tulungagung. Kehadiran Gubernur Jawa Timur dalam seremoni tersebut menegaskan bahwa kesenian ini memiliki karakteristik unik yang layak dilindungi dan dikembangkan secara nasional.

banner 325x300

Bupati Gatut Sunu Wibowo mengungkapkan rasa bangganya atas capaian ini. Baginya, status WBTB adalah tanggung jawab besar untuk memastikan regenerasi seniman terus berjalan. Ia menegaskan bahwa pengakuan ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan benteng bagi identitas daerah.

“Pengakuan WBTB ini adalah energi baru bagi kami. Jaranan Senterewe bukan sekadar tarian, tapi ruh dari semangat gotong royong warga Tulungagung. Dukungan dari Pemerintah Provinsi akan kami tindak lanjuti dengan program pelestarian yang lebih adaptif, sehingga anak muda kita tetap bangga memainkannya di tengah gempuran budaya modern,” ujar Bupati Gatut Sunu.

Mendampingi Bupati dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tulungagung, Muhamad Ardian Candra, serta Kabid Kebudayaan, Muhamad Fahriza Habib Yuwanta. Kehadiran tim teknis ini menunjukkan komitmen pemda untuk mengintegrasikan kebudayaan ke dalam pilar pariwisata dan ekonomi kreatif.

Jaranan Senterewe memiliki ciri khas yang membedakannya dari gaya jaranan klasik lainnya di Jawa Timur. Gaya pertunjukannya dikenal jauh lebih dinamis dengan gerakan kaki dan tangan yang cepat serta ekspresif.

Iringan musiknya didominasi oleh perpaduan kendang, gong, dan kenong yang menghasilkan tempo menghentak. Selain tarian kuda kepang, Senterewe biasanya menampilkan tokoh-tokoh ikonik seperti:

  • Barongan: Representasi kekuatan mistis dan kewibawaan.

  • Celengan: Penari dengan kostum babi hutan yang menambah kemeriahan.

  • Unsur Komedi: Sisipan humor yang membuat pertunjukan lebih interaktif dan dekat dengan penonton.

Berbeda dengan gaya klasik yang cenderung kaku, Senterewe lebih teatrikal. Meski mengedepankan hiburan, unsur ritual seperti sesi trance (ndadi) tetap dipertahankan sebagai bagian dari tradisi, tentunya dengan pengawasan ketat dari sang pawang.

Penetapan sebagai WBTB diharapkan mampu memperkuat ekosistem kebudayaan di Tulungagung. Hal ini mencakup perlindungan hak cipta tradisi, pemberdayaan ekonomi para perajin alat musik dan kostum, hingga peningkatan nilai jual pariwisata berbasis kearifan lokal.

Secara filosofis, Jaranan Senterewe mengandung nilai keberanian dan semangat kolektif. Dengan resminya status warisan budaya ini, masyarakat Tulungagung diingatkan kembali bahwa tradisi adalah aset berharga yang harus dirawat agar tidak lekang oleh waktu.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung kini tengah menyiapkan berbagai festival dan kurikulum pengenalan budaya di tingkat sekolah guna memastikan Jaranan Senterewe tetap berdetak di hati generasi mendatang. Dengan pengakuan ini, Tulungagung semakin mantap melangkah sebagai kabupaten yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara akar budaya.


Pewarta: T. Santoso 

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel di atas, Anda dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sanggahan dapat dikirimkan melalui:

  • Email: trikaryabangkit@gmail.com

  • WhatsApp: +62 877-8841-0108

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *