banner 728x250

 Warga Dukuh Dadapan Desa Punjul Tulungagung Gelar Swadaya Pengaspalan Jalan Tahap II dengan Transparansi Anggaran

banner 468x60

 

 

banner 325x300

ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Semangat gotong royong masyarakat kembali berkobar di Dukuh Dadapan, Dusun Genengan, Desa Punjul, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Warga setempat menggelar kegiatan swadaya pengaspalan jalan tahap II yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 17–18 Oktober 2026.

Inisiatif mandiri ini menjadi wujud nyata kepedulian warga terhadap peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan. Melalui swadaya murni, masyarakat berupaya memperlancar aksesibilitas serta meningkatkan kenyamanan mobilitas warga dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan papan pengumuman yang dipasang di lokasi proyek, pekerjaan pengaspalan kali ini menyasar ruas jalan sepanjang kurang lebih 460 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter. Pengerjaannya menggunakan metode burtu dan tambal sulam, dengan ketebalan lapisan yang disesuaikan kondisi lapangan, berkisar antara 2 hingga 3 sentimeter.

Dana Swadaya Capai Rp34,64 Juta

Satu hal yang menjadi sorotan positif dalam kegiatan ini adalah komitmen tinggi terhadap transparansi anggaran. Panitia pelaksana dengan secara terbuka memampang rincian pemasukan dan pengeluaran dana pada papan informasi publik agar dapat diakses oleh seluruh warga.

Dalam laporan tersebut tercatat total pemasukan dana sebesar Rp34.640.000, sementara total pengeluaran terealisasi sebesar Rp34.625.000. Dari kalkulasi tersebut, terdapat sisa saldo kas kegiatan sebesar Rp15.000.

Pendanaan kegiatan bersumber sepenuhnya dari swadaya gotong royong warga, donatur, sumbangan masyarakat, serta dukungan dari para petani, peternak, pengusaha lokal, hingga unsur pemerintah desa setempat.

Rincian penggunaan dana meliputi pembelian material penunjang, di antaranya 11 drum blangki senilai Rp2.500.000, 20 kubik pasir, 8 kubik koral, serta ayakan pasir. Di samping itu, anggaran juga dialokasikan untuk biaya sewa mesin tumbuk, upah tenaga kerja pengaspalan, pembelian semen, hingga bahan bakar untuk menunjang kelancaran operasional di lapangan.

Mengedepankan Gotong Royong dan Akuntabilitas

Menariknya, panitia menegaskan bahwa dana pemasukan dari swadaya tersebut sama sekali tidak dialokasikan untuk konsumsi harian. Kebutuhan konsumsi dan camilan para pekerja selama kegiatan gotong royong dipenuhi secara swadaya oleh warga secara bergantian.

Papan pengumuman tersebut juga mencatat bahwa penyediaan kendaraan operasional, peralatan pertukangan, material gratis dari warga, serta curahan tenaga dan pikiran masyarakat menjadi bentuk dukungan penuh menyukseskan kegiatan ini.

Guna menjaga kepercayaan publik, rincian sirkulasi keuangan dicatat secara berkala melalui buku kas khusus swadaya serta dilaporkan secara transparan melalui grup komunikasi warga, yakni Jamaah Tahlil RT 07 dan RT 08.

Keterbukaan informasi ini menjadi pilar penting dalam pelaksanaan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Dengan sistem pencatatan yang akuntabel dan terbuka, warga dapat memantau langsung pemanfaatan dana sekaligus merawat rasa saling percaya antarelemen masyarakat.

Swadaya pengaspalan jalan tahap II di Dukuh Dadapan ini membuktikan bahwa perbaikan infrastruktur pedesaan tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah. Solidnya partisipasi warga, dukungan para donatur, serta tata kelola keuangan yang transparan mampu menjadi motor penggerak kemajuan pembangunan di tingkat lokal.

 

Pewarta T Santoso

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:

Email: trikaryabangkit@gmail.com

WhatsApp: +62 877-8841-0108

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *