banner 728x250

Nguri-uri Budaya Jawa, Warga Desa Sonobekel Nganjuk Gelar Tradisi Nyadran Bersih Desa

banner 120x600
banner 468x60

Rorokembang Nganjuk– Dalam upaya merawat dan melestarikan budaya peninggalan leluhur, masyarakat Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menggelar tradisi Nyadran atau Bersih Desa pada Kamis (23/07/2026).

​Kegiatan sakral ini mencakup wilayah Dusun Sonobekel, Ceret, dan Sambirobyong. Selain sebagai bentuk pelestarian kebudayaan Jawa (nguri-uri adat), tradisi tahunan ini diselenggarakan setelah masa panen padi kedua sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas melimpahnya rejeki dan hasil bumi.

banner 325x300

​Kepala Desa Sonobekel, Sentot Rudi Prastiono, menyampaikan bahwa tradisi Nyadran telah menjadi agenda rutin yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur desa.

​”Melalui kegiatan Nyadran ini, kita bersama-sama nguri-uri budaya Jawa yang sarat akan nilai-nilai luhur. Ini juga merupakan ungkapan rasa syukur kita kehadirat Allah SWT,” ujar Sentot saat ditemui usai ritual selamatan adat, Kamis pagi.

​Dalam sambutannya, Sentot juga mengapresiasi capaian panen padi tahun ini yang dinilai memiliki harga jual jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengimbau seluruh warga untuk terus menjaga ketertiban, kebersamaan, dan keamanan lingkungan desa.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dusun (Kasun) I Sonobekel berharap tradisi tahunan ini dapat terus memupuk tali silaturahmi serta mempererat persatuan antarwarga.

​”Semoga melalui doa bersama dalam acara Nyadran ini, seluruh warga Desa Sonobekel—baik yang menetap di desa maupun yang sedang merantau di luar daerah—senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

​Apresiasi Transparansi dan Penghormatan pada Leluhur

​Ketua Panitia Nyadran, Aris, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dibiayai melalui dana swadaya masyarakat. Sebagai wujud transparansi, pihak panitia telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara rinci kepada seluruh warga.

​Adapun prosesi ritual Nyadran diisi dengan penziarahan serta pemanjatan doa di makam punden desa. Tokoh leluhur atau sesepuh yang dihormati di punden Desa Sonobekel di antaranya adalah Mbah Potrojoyo, Mbah Potroggolo, Mbah Potrosono, dan Mbah Karinah.

​Sajian Seni Tradisional Meriahkan Suasana

​Rangkaian acara Nyadran berlangsung meriah dengan hadirnya berbagai pementasan seni dan hiburan tradisional. Pada pagi hari, acara dibuka dengan pertunjukan Karawitan “Andi Laras” asal Sidokare, Rejoso.

​Suasana semakin semarak pada siang hari dengan tampilnya seni Jaranan Kuda Kepang “Kaman Rogo Wijoyo” serta hiburan Reog “Satrio Sardulo Mudo”. Rangkaian kegiatan ditutup pada malam hari dengan pementasan Campursari “Kembang Sepasang” yang disambut antusias oleh warga masyarakat sekitar.

 

 

 

PEWARTA [ Dony ]

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini penulis berdasarkan pandangan umum terhadap fenomena sosial dan penegakan hukum. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Silakan hubungi redaksi melalui:

 

Email: trikaryabangkit@gmail.com

WhatsApp: +62 877-8841-0108

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *