Rorokembang tulungagung – Puluhan ribu pekerja penerima upah di Kabupaten Tulungagung masuk dalam calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) pasca kenaikan harga BBM bersubsidi.
Dan secara simbolis, pada Jumat (30/9/2022), Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamennaker) Republik Indonesia Afriansyah Noor bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Blitar Raya Hendra Alvian menyerahkan BSU tersebut kepada perwakilan tenaga kerja non-ASN dan perangkat desa di Tulungagung.Wamen Naker Afriansyah Noor mengatakan, secara nasional, pasca kenaikan BBM bersubsidi, sudah lebih tujuh juta pekerja menerima manfaat BSU. “Saat ini sudah ada 7 juta yang telah disalurkan. Selanjutnya akan disalurkan lagi tahap keduanya,” kata Afriansyah.
Penerima BSU, lanjut Afriansyah, adalah pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang tercatat mendapatkan penghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan. Selain itu kepesertaannya juga masih aktif, dan terus dibayarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja.
“Syaratnya seperti itu. Dan kalau di luar itu tidak bisa masuk dalam daftar penerima,” jelas nya
Selain itu, kita kukuhkan Paguyuban P3MI Tulungagung untuk membantu program sosial kemasyarakatan sekaligus memberikan bantuan secara simbolik subsidi upah dan program dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terhadap pelatihan pelayan kopi barista,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ferry menjelaskan semua program yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung ini positif dan pihaknya sangat mendukung sekali.
Sehingga program kedepan urusan ketenagakerjaan betul-betul bisa terkoordinasi dengan baik, mulai dari Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten dan Kota,”pungkas nya.
Sementara itu Disnakertrans Tulungagung Agus Santoso saat di temuai awak media menjelaskan P3MI di harap bisa membentuk satgas atau relawan, minimal di kantong kantong PMI Di kali dawir pucang laban, Bandung besuki, Ngunut sumbergempol Itu rawan PMI.
Agus juga menjelaskan P3MI Untuk mengatasi masalah sosial ojo jaluk penak e tok, (jangan minta enak nya saja ) artinya dia mendapatkan untung, Dari keguatan ini, tapi dampak sosial nya mereka belum pernah Pikirkan, Kemarin kami bukak wawasan dari kegiatan mu ini dari satu sisi ejonomi memang ada peningkatan, dari sisi lain dampak sosial anak anak PMI Yang bapak ibunya keluar negeri siapa yang mengurus
Kamu harus ber tanggung jawab supaya tidak bercerai Supaya anak nya tidak terpengaruh kegiatan kegiatan negatif itu tanggung jawab siapa selama ini tidak ada yg bertangung jawab bahkan orang yang paling di untungkan Perusahaan P3MI selama ini, bukan berarti mereka tidak mau tau , akan tetapi perusahaan itu kita ajak beetanggung jawab dampak sosial nya, pungkas agus.
Pewarta T Santoso


















