ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak Kabupaten Tulungagung terus membuktikan diri sebagai fasilitas kesehatan rujukan regional yang tidak hanya unggul dalam teknologi medis, tetapi juga dalam standar keselamatan. Menandai peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026, manajemen rumah sakit mempertegas komitmennya untuk menghadirkan lingkungan kerja yang nol kecelakaan (zero accident) serta aman bagi pasien dan pengunjung. Peringatan yang berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 12 Januari hingga 12 Februari 2026 ini, mengadopsi tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Bagi RSUD dr. Iskak, tema ini diterjemahkan menjadi serangkaian aksi nyata untuk memperkuat budaya keselamatan di setiap lini pelayanan.
Di bawah komando dr. Muhammad Hamdan Y., Sp.PD, selaku Ketua Komite K3 Rumah Sakit (K3RS), peringatan tahun ini dirancang berbeda. Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan difokuskan pada edukasi terpadu yang menyasar seluruh lapisan sumber daya manusia (SDM) rumah sakit, mulai dari manajemen puncak hingga staf teknis di lapangan.
“Kami menyadari bahwa rumah sakit adalah tempat kerja dengan risiko tinggi, baik risiko biologis, fisik, maupun ergonomi. Oleh karena itu, penerapan standar K3 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 66 Tahun 2016 bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan adalah gelaran Health Talk K3. Mengangkat topik spesifik “Peran Program Kesehatan Karyawan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja,” forum ini menghadirkan pakar Kedokteran Okupasi dari Ketua PERDOKI (Perhimpunan Kedokteran Okupasi) Jawa Timur. Sub Koordinator Kepemimpinan dan Perencanaan K3 RSUD dr. Iskak, Nur Zuhdana Maula, M.KKK, menjelaskan urgensi kegiatan ini. Menurutnya, kesehatan tenaga medis dan non-medis berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kepada pasien.
“Tujuannya adalah penyelarasan visi. Ketika kesehatan fisik dan mental karyawan terjaga, produktivitas meningkat, dan potensi human error dalam pelayanan medis dapat ditekan seminimal mungkin. Ini adalah investasi jangka panjang rumah sakit,” jelas Nur Zuhdana.
Selain aspek kesehatan, aspek keselamatan fisik juga digenjot melalui program Roadshow K3. Berbeda dengan pelatihan konvensional yang mengumpulkan staf di aula, kali ini Tim K3RS menerapkan sistem “jemput bola” dengan mendatangi langsung unit-unit kerja. Dalam roadshow ini, staf diberikan penyegaran materi dan praktik langsung mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta prosedur aktivasi Code Emergency (kode darurat). Simulasi ini dirancang serealistis mungkin agar petugas memiliki memori otot dan refleks yang sigap saat menghadapi situasi kritis, seperti kebakaran atau gempa bumi.
“Kami ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya teori di atas kertas. Setiap staf, di unit manapun mereka berada, harus mampu menjadi first responder yang efektif sebelum bantuan datang,” tambahnya.
Transformasi digital juga disentuh dalam kampanye K3 tahun ini. RSUD dr. Iskak memproduksi dan mendistribusikan Video Safety Briefing yang modern dan mudah dipahami. Video ini tidak hanya tayang di media sosial resmi, tetapi juga menjadi prosedur standar operasional (SOP) saat menerima kunjungan tamu studi banding. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat umum (pasien dan pengunjung) dilakukan melalui penayangan konten visual di videotron utama dan pemasangan poster digital maupun cetak di area strategis. Pesan-pesan keselamatan dikemas dengan bahasa yang awam agar mudah diterima oleh publik.
Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A, M.Kes, memberikan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem K3 ini. Ia menegaskan bahwa dalam dunia perumahsakitan modern, mutu pelayanan dan keselamatan (quality and safety) adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, sehat, dan ramah bagi siapa pun. Implementasi K3 yang ketat, termasuk manajemen risiko dan pengelolaan sarana prasarana yang andal, adalah kunci untuk menjamin kepercayaan publik,” tegas dr. Aini.
Ia berharap, momentum Bulan K3 Nasional 2026 ini menjadi titik tolak untuk terus meningkatkan standar kepatuhan dan keselamatan di RSUD dr. Iskak, menjadikannya rujukan yang tidak hanya canggih secara medis, tetapi juga humanis dan aman.
Pewarta T Santoso
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

















