ROROKEMBANG TULUNGAGUNG – Setiap kali hujan datang, Pasar Ngemplak di Kabupaten Tulungagung kembali terendam banjir, Hal ini mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terahir , namun hingga kini belum ada solusi permanen yang dapat mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di pasar Ngemplak
Pasar Ngemplak, yang menjadi salah satu pusat perekonomian lokal, mengalami banjir setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut. Tidak jarang, genangan air yang menggenangi pasar hingga beberapa sentimeter membuat pedagang terpaksa menutup lapaknya sementara,
Hal ini mengurangi daya tarik pasar bagi pengunjung. Banjir yang sering terjadi juga merusak berbagai fasilitas pasar dan barang dagangan yang terendam air.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air mulai menggenangi area pasar, terutama di lokasi yang lebih rendah di bagian sayur.
Saluran air yang kurang memadai dan drainase yang tersumbat menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Para pedagang mengeluhkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka harus berjibaku dengan air yang meluap,
bahkan terkadang barang dagangan mereka rusak atau hilang. Selain itu, bau tak sedap dan kotoran yang terbawa banjir menambah ketidaknyamanan bagi pengunjung
Salah satu pedagang sayur Damis saat dikonfirmasi mengatakan “Setiap hujan datang kami harus menghadapi banjir yang datang mengganggu aktifitas . Tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga merusak fasilitas pasar. Kami berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi yang permanen untuk masalah ini,” kata Damis,
salah seorang pedagang sayur di Pasar Ngemplak.
Menyampaikan Hal yang sama juga disampaikan oleh Parnu , seorang pedagang sayur juga di pasar tersebut. “Saya seringkali harus membersihkan lapak saya setelah banjir, bahkan barang dagangan saya banyak yang rusak. Kami butuh perhatian lebih dari pihak terkait untuk perbaikan saluran air atau pembuatan drainase yang lebih baik,” keluh Parnu
Sementara itu kepala UPT pasar Disperindag Tulungagung zainu Mansyur
Membenarkan terjadinya hal itu dan sudah beberapa bulan berjalan.
Menurut zainu bahwasanya itu air yang ngantri masuk ke got atau drainase dikarenakan drainasenya di pasar Ngemplak hanya satu ini bisa ditambah lagi agar tidak terjadi banjir saat hujan.
Lebih lanjut zainu mengatakan, kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas untuk segera ditindaklanjuti kami hanya kepala pasar artinya hanya bisa menyampaikan saja sedangkan keputusan adalah ke dinas pungkasnya.
Banjir yang terjadi setiap hujan tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Pasar Ngemplak merupakan salah satu tempat utama bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika banjir terjadi, aktivitas perdagangan terhambat,
Dan pendapatan pedagang pun terganggu. Selain itu, warga yang biasanya datang untuk berbelanja menjadi enggan datang ke pasar karena takut terjebak banjir atau kotoran yang terbawa air.
Warga dan pedagang setempat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka mengusulkan agar dilakukan perbaikan total pada sistem drainase pasar, pembangunan tanggul penahan banjir, serta pengecekan dan pemeliharaan saluran air secara berkala agar tidak terjadi lagi banjir yang merugikan setiap kali hujan.
Pasar Ngemplak Tulungagung Terendam Banjir Setiap Hujan, pedagang Dan Warga Keluhkan Kurangnya Solusi*
– Setiap kali hujan datang, Pasar Ngemplak di Kabupaten Tulungagung kembali terendam banjir, Hal ini mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terahir , namun hingga kini belum ada solusi permanen yang dapat mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di pasar Ngemplak
Pasar Ngemplak, yang menjadi salah satu pusat perekonomian lokal, mengalami banjir setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut. Tidak jarang, genangan air yang menggenangi pasar hingga beberapa sentimeter membuat pedagang terpaksa menutup lapaknya sementara,
Hal ini mengurangi daya tarik pasar bagi pengunjung. Banjir yang sering terjadi juga merusak berbagai fasilitas pasar dan barang dagangan yang terendam air.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air mulai menggenangi area pasar, terutama di lokasi yang lebih rendah di bagian sayur.
Saluran air yang kurang memadai dan drainase yang tersumbat menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Para pedagang mengeluhkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka harus berjibaku dengan air yang meluap,
bahkan terkadang barang dagangan mereka rusak atau hilang. Selain itu, bau tak sedap dan kotoran yang terbawa banjir menambah ketidaknyamanan bagi pengunjung
Salah satu pedagang sayur Damis saat dikonfirmasi mengatakan “Setiap hujan datang kami harus menghadapi banjir yang datang mengganggu aktifitas . Tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga merusak fasilitas pasar. Kami berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi yang permanen untuk masalah ini,” kata Damis,
salah seorang pedagang sayur di Pasar Ngemplak.
Menyampaikan Hal yang sama juga disampaikan oleh Parnu , seorang pedagang sayur juga di pasar tersebut. “Saya seringkali harus membersihkan lapak saya setelah banjir, bahkan barang dagangan saya banyak yang rusak. Kami butuh perhatian lebih dari pihak terkait untuk perbaikan saluran air atau pembuatan drainase yang lebih baik,” keluh Parnu
Sementara itu kepala UPT pasar Disperindag Tulungagung zainu Mansyur
Membenarkan terjadinya hal itu dan sudah beberapa bulan berjalan.
Menurut zainu bahwasanya itu air yang ngantri masuk ke got atau drainase dikarenakan drainasenya di pasar Ngemplak hanya satu ini bisa ditambah lagi agar tidak terjadi banjir saat hujan.
Lebih lanjut zainu mengatakan, kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas untuk segera ditindaklanjuti kami hanya kepala pasar artinya hanya bisa menyampaikan saja sedangkan keputusan adalah ke dinas pungkasnya.
Banjir yang terjadi setiap hujan tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Pasar Ngemplak merupakan salah satu tempat utama bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika banjir terjadi, aktivitas perdagangan terhambat,
Dan pendapatan pedagang pun terganggu. Selain itu, warga yang biasanya datang untuk berbelanja menjadi enggan datang ke pasar karena takut terjebak banjir atau kotoran yang terbawa air.
Warga dan pedagang setempat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka mengusulkan agar dilakukan perbaikan total pada sistem drainase pasar, pembangunan tanggul penahan banjir, serta pengecekan dan pemeliharaan saluran air secara berkala agar tidak terjadi lagi banjir yang merugikan setiap kali hujan.
Pasar Ngemplak Tulungagung Terendam Banjir Setiap Hujan, pedagang Dan Warga Keluhkan Kurangnya Solusi*
– Setiap kali hujan datang, Pasar Ngemplak di Kabupaten Tulungagung kembali terendam banjir, Hal ini mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terahir , namun hingga kini belum ada solusi permanen yang dapat mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di pasar Ngemplak
Pasar Ngemplak, yang menjadi salah satu pusat perekonomian lokal, mengalami banjir setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut. Tidak jarang, genangan air yang menggenangi pasar hingga beberapa sentimeter membuat pedagang terpaksa menutup lapaknya sementara,
Hal ini mengurangi daya tarik pasar bagi pengunjung. Banjir yang sering terjadi juga merusak berbagai fasilitas pasar dan barang dagangan yang terendam air.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air mulai menggenangi area pasar, terutama di lokasi yang lebih rendah di bagian sayur.
Saluran air yang kurang memadai dan drainase yang tersumbat menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Para pedagang mengeluhkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka harus berjibaku dengan air yang meluap,
bahkan terkadang barang dagangan mereka rusak atau hilang. Selain itu, bau tak sedap dan kotoran yang terbawa banjir menambah ketidaknyamanan bagi pengunjung
Salah satu pedagang sayur Damis saat dikonfirmasi mengatakan “Setiap hujan datang kami harus menghadapi banjir yang datang mengganggu aktifitas . Tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga merusak fasilitas pasar. Kami berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi yang permanen untuk masalah ini,” kata Damis,
salah seorang pedagang sayur di Pasar Ngemplak.
Menyampaikan Hal yang sama juga disampaikan oleh Parnu , seorang pedagang sayur juga di pasar tersebut. “Saya seringkali harus membersihkan lapak saya setelah banjir, bahkan barang dagangan saya banyak yang rusak. Kami butuh perhatian lebih dari pihak terkait untuk perbaikan saluran air atau pembuatan drainase yang lebih baik,” keluh Parnu
Sementara itu kepala UPT pasar Disperindag Tulungagung zainu Mansyur
Membenarkan terjadinya hal itu dan sudah beberapa bulan berjalan.
Menurut zainu bahwasanya itu air yang ngantri masuk ke got atau drainase dikarenakan drainasenya di pasar Ngemplak hanya satu ini bisa ditambah lagi agar tidak terjadi banjir saat hujan.
Lebih lanjut zainu mengatakan, kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas untuk segera ditindaklanjuti kami hanya kepala pasar artinya hanya bisa menyampaikan saja sedangkan keputusan adalah ke dinas pungkasnya.
Banjir yang terjadi setiap hujan tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Pasar Ngemplak merupakan salah satu tempat utama bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika banjir terjadi, aktivitas perdagangan terhambat,
Dan pendapatan pedagang pun terganggu. Selain itu, warga yang biasanya datang untuk berbelanja menjadi enggan datang ke pasar karena takut terjebak banjir atau kotoran yang terbawa air.
Warga dan pedagang setempat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka mengusulkan agar dilakukan perbaikan total pada sistem drainase pasar, pembangunan tanggul penahan banjir, serta pengecekan dan pemeliharaan saluran air secara berkala agar tidak terjadi lagi banjir yang merugikan setiap kali hujan.
Pasar Ngemplak Tulungagung Terendam Banjir Setiap Hujan, pedagang Dan Warga Keluhkan Kurangnya Solusi*
– Setiap kali hujan datang, Pasar Ngemplak di Kabupaten Tulungagung kembali terendam banjir, Hal ini mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa bulan terahir , namun hingga kini belum ada solusi permanen yang dapat mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di pasar Ngemplak
Pasar Ngemplak, yang menjadi salah satu pusat perekonomian lokal, mengalami banjir setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut. Tidak jarang, genangan air yang menggenangi pasar hingga beberapa sentimeter membuat pedagang terpaksa menutup lapaknya sementara,
Hal ini mengurangi daya tarik pasar bagi pengunjung. Banjir yang sering terjadi juga merusak berbagai fasilitas pasar dan barang dagangan yang terendam air.
Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air mulai menggenangi area pasar, terutama di lokasi yang lebih rendah di bagian sayur.
Saluran air yang kurang memadai dan drainase yang tersumbat menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Para pedagang mengeluhkan bahwa setiap kali hujan deras turun, mereka harus berjibaku dengan air yang meluap,
bahkan terkadang barang dagangan mereka rusak atau hilang. Selain itu, bau tak sedap dan kotoran yang terbawa banjir menambah ketidaknyamanan bagi pengunjung
Salah satu pedagang sayur Damis saat dikonfirmasi mengatakan “Setiap hujan datang kami harus menghadapi banjir yang datang mengganggu aktifitas . Tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga merusak fasilitas pasar. Kami berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi yang permanen untuk masalah ini,” kata Damis,
salah seorang pedagang sayur di Pasar Ngemplak.
Menyampaikan Hal yang sama juga disampaikan oleh Parnu , seorang pedagang sayur juga di pasar tersebut. “Saya seringkali harus membersihkan lapak saya setelah banjir, bahkan barang dagangan saya banyak yang rusak. Kami butuh perhatian lebih dari pihak terkait untuk perbaikan saluran air atau pembuatan drainase yang lebih baik,” keluh Parnu
Sementara itu kepala UPT pasar Disperindag Tulungagung zainu Mansyur
Membenarkan terjadinya hal itu dan sudah beberapa bulan berjalan.
Menurut zainu bahwasanya itu air yang ngantri masuk ke got atau drainase dikarenakan drainasenya di pasar Ngemplak hanya satu ini bisa ditambah lagi agar tidak terjadi banjir saat hujan.
Lebih lanjut zainu mengatakan, kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas untuk segera ditindaklanjuti kami hanya kepala pasar artinya hanya bisa menyampaikan saja sedangkan keputusan adalah ke dinas pungkasnya.
Banjir yang terjadi setiap hujan tidak hanya merugikan para pedagang, tetapi juga berdampak pada perekonomian daerah. Pasar Ngemplak merupakan salah satu tempat utama bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika banjir terjadi, aktivitas perdagangan terhambat,
Dan pendapatan pedagang pun terganggu. Selain itu, warga yang biasanya datang untuk berbelanja menjadi enggan datang ke pasar karena takut terjebak banjir atau kotoran yang terbawa air.
Warga dan pedagang setempat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius. Mereka mengusulkan agar dilakukan perbaikan total pada sistem drainase pasar, pembangunan tanggul penahan banjir, serta pengecekan dan pemeliharaan saluran air secara berkala agar tidak terjadi lagi banjir yang merugikan setiap kali hujan.
PEWARTA T SANTOSO
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami,sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12)Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: trikaryabangkit@gmail.com atau WA +6287788410108 Terima kasih.

















